Serambi Spotlight
Pejuang Palestina Masih Sanggup Lawan Pasukan Israel
Tgk Afrial mengatakan, di hari ke-100 perang Gaza-Israel, pejuang Palestina telah merilis pernyataan bahwa mereka telah berhasil hancurkan 1000 tank.
Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Muhammad Hadi
Pejuang Palestina Masih Sanggup Lawan Pasukan Israel
SERAMBINEWS.COM – Pembina Komite Nasional untuk Rakyat Palestina (KNRP) Aceh, Tgk H Afrial Hidayat Lc MA mengatakan, pasukan Israel sejak awal meletusnya perang dengan Gaza pada 7 Oktober 2023 lalu sudah mengalami kepanikan melawan pasukan pejuang Palestina.
Menurutnya, kepanikan awal Israel dapat dilihat dari kegagalan komando daerah militer (kodam) Israel yang dekat dengan perbatasan Gaza dalam menangkis serangan pejuang Palestina.
Bahkan pada waktu itu tidak ada dari kodam Israel lainnya yang mau ikut berperang.
Tgk Afrial mengatakan, kodam militer Israel yang berada di kawasan perbatasan dengan Gaza itu merupakan kodam terkuat dengan kecanggihan alutsista yang dimiliki oleh Israel.
“Jadi yang sedang berperang ini adalah tentara Israel yang ditarik dari beberapa negara lain. (Mereka) di bawa pulang,” ujarnya dalam program ‘Serambi Spotlight’, Selasa (30/1/2024).
Program yang mengangkat tema ‘Israel Kalang Kabut Hadapi Pejuang Palestina’ ini dipandu oleh News Manajer Serambi Indonesia, Bukhari M Ali, yang disiarkan secara live di Youtube dan Facebook Serambinews.
Baca juga: Abaikan Putusan Mahkamah Internasional, Israel Serang Sekolah UNRWA di Gaza, 10 Orang Tewas
Tgk Afrial mengatakan, di hari ke-100 perang Gaza-Israel, pejuang Palestina telah merilis pernyataan bahwa mereka telah berhasil menghancurkan 1000 tank Merkava.
Tank ini merupakan alat tempur utama yang digunakan oleh Pasukan Pertahanan Israel dan menjadi tulang punggung korps lapis baja IDF.
“Tank itu berhasil dihancurkan oleh pejuang Palestina dengan satu alat yang dinamakan Yasin 105,” ungkapnya.
Menurut Tgk Afrial, belum ada yang tahu sampai kapan perang yang terjadi di Palestina bakal usai.
Namun seorang Ulama pernah menyampaikan kepadanya bahwa jika Israel tidak menghentikan serangannya, Palestina sanggup melawan hingga lima tahun kedepan.
“Cuma permasalahannya sekarang adalah banyak korban dari masyarakat sipil. Kalau terjadi korban dari pejuang perlawanan tidak menjadi masalah.
Tapi Israel mengancurkan ruang publik, rumah sakit, sekolah, dan warga sipil, bukan pejuang yang ditargetkan,” imbuhnya.
Jumlah warga Palestina yang meninggal dalam serangan Israel di Gaza meningkat menjadi 26.257 pada Minggu (28/1/2024), sebagian besar adalah warga sipil.
Baca juga: GAZA TERKINI - Roket Hamas Hantam Tel Aviv, Israel Dorong Pengungsian Massal, Pemukiman Baru Yahudi
| RSUD Meuraxa Layani 1.000 Pasien Dalam Sehari, Kini Layanan Kesehatan Mulai Ditingkatkan |
|
|---|
| Dinilai Mengandung Unsur Pelecehan, Penamaan ‘Boh Husen’ hingga ‘Memek’ Harus Ditinjau Ulang |
|
|---|
| Aceh Punya Kriteria dalam Memilih Pemimpin, Dr Taqwaddin: Tuha, Tu ho, Teupue, dan Teupat |
|
|---|
| Rakyat Aceh Tak Perlu Risau dan Khawatir, DPRA Pastikan Program JKA Bakal Lanjut |
|
|---|
| JKA Terancam, Nasrul Zaman: Pemerintah Aceh Tidak Serius Mengurus Rakyat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Pembina-KNRP-Aceh-Tgk-H-Afrizal-Hidayat-Lc-MA.jpg)