Kupi Beungoh

Bom Atom Inggris di Asia

Sementara bom atom yang diwariskan Inggris di Asia lainya adalah bertujuan untuk menciptakan konflik berkepanjangan sepeninggalan kekuasaannya

|
Editor: Muhammad Hadi
FOR SERAMBINEWS.COM
Muhammad Nur, dosen Sejarah Universitas Serambi Mekkah, Banda Aceh 

Langkah ini sengaja dilakukan Inggris agar ribuan Rohingnya tidak memiliki negara sampai kiamat tiba, terkatung- katung, dan tidak diakui sebagai bagian dari sejarah Myanmar. 

Padahal jika dilihat jauh ke belakang, sejarah terbentuknya entitas Rohingnya di Myanmar sudah terjadi sejak abad ke 7 Masehi, jauh sebelum Inggris datang berkuasa di sana

Kota- kota besar yang di huni mereka adalah Rangoon, Bassein, Akyab, dan Moulmein.

Maka, puluhan tahun kemudian setelah bom atom ini ditanamkan Inggris

Pemerintah Myanmar memutuskan untuk melakukan pembersihan etnis tersebut di negaranya melalui operasi militer pada tahun 1977.

Operasi Raja Naga yang dilancarkan Negara Budha tersebut telah memaksa ribuan orang- orang Rohingnya harus mengungsi ke Bangladesh, Indonesia, Malaysia dan negara lainya di Asia Tenggara. 

Operasi ini dikenal sebagai operasi pembersihan etnis secara besar- besaran, terstuktur, massif dan agresif.

Berdasarkan data dari United Nations High Commissioner For Refugees (UNHCR), per Agustus 2023, sudah ada lebih dari 960.000 pengungsi Rohingya yang tinggal di Bangladesh, di camp Cox's Bazar, Kamp Kutupalong. 

Baca juga: Aceh dan Kepemimpinan Militer (VIII) - Al Mukammil: Soft Power dan Dansa Diplomasi

Di Aceh, Indonesia jumlah pengungsi Rohingnya per 2023, mencapai 1.608 orang jiwa.

Sementara, ribuan jiwa lainya telah meninggal dunia selama operasi militer ini berlangsung, sebagian diantara mereka ada yang ditangkap secara paksa, disiksa, diperkosa, diusir dan dibakar secara hidup- hidup oleh junta militer di Nyanmar tersebut. 

Karena secara kontitusi, negara Budha tersebut tidak mengakui keberadaan etnis Rohingnya disana.

Selain Rohingnya di Asia Tenggara, bom atom Inggris lainya ada di Asia Tengah yaitu Kashmir.

Kashmir adalah wilayah yang terletak diperbatasan antara India, Pakistan dan Cina, menjadi wilayah yang diperebutkan oleh ketiga negara sampai hari ini.

India dan Pakistan adalah dua negara yang paling sering terlibat perang terbuka dalam
merebutkan Kashmir, terhitung sudah empat kali terjadi perang terbuka antara India dengan
Pakistan, dan satu kali perang terbuka antara India dan Cina dalam memperebutkan wilayah
lembah dan pengunungan tersebut.

Konflik ini telah memakan korban yang tak terhitung banyaknya, karena melibatkan tiga negara Asia besar di dalamnya.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved