Kupi Beungoh

Bom Atom Inggris di Asia

Sementara bom atom yang diwariskan Inggris di Asia lainya adalah bertujuan untuk menciptakan konflik berkepanjangan sepeninggalan kekuasaannya

|
Editor: Muhammad Hadi
FOR SERAMBINEWS.COM
Muhammad Nur, dosen Sejarah Universitas Serambi Mekkah, Banda Aceh 

Oleh: Muhammad Nur*)

Polemik pengungsi Rohingnya yang menghiasi media cetak dan online beberapa pekan yang lalu di Aceh, telah menggugah hati penulis untuk mengkaji satu dari sekian banyak masalah yang ditinggalkan Inggris beberapa dekade yang lalu di Asia

Masalah ini, penulis anggap sebagai bom atom yang siap kapan saja diledakkan Inggris, apabila gesekan antar negara saling terjadi.

Bom atom warisan hasil peninggalan Inggris ini, jika mau dihitung secara matematik, maka daya ledaknya melebihi bom atom yang dijatuhkan Amerika di Kota Hiroshima pada 6 Agustus dan di Nagasaki pada 9 Agustus 1945. 

Dua bom yang dijatuhkan paman sang ini, diketahui memiliki daya ledak sebesar 36 ribu ton TNT dengan jumlah kematikan mencapai 109.000 ribu orang, dan 30 ribu lainya mengalami luka berat.

 Jenis bom yang dijatuhkan adalah “Little Boy” dan “Fat Man”.

Bom uranium dan plutonium yang dijatuhkan Amerika ini dengan tujuan utamanya adalah untuk mengakhiri Perang Dunia ke II yang kian massif melawan Fasisme Jepang di Asia Timur, 1939-1945.

Sementara bom atom yang diwariskan Inggris di Asia lainya adalah bertujuan untuk menciptakan konflik berkepanjangan sepeninggalan kekuasaannya.

Meningkatkan ketegangan antar negara agar stabilitas kawasan terus terganggu, dan yang paling penting adalah menciptakan mesin perang agar jumlah korban yang meninggal melebihi angka-angka diatas tadi. 

Bagi Inggris, jumlah penduduk bumi di Asia harus terus dikurangi melalui bom- bom atom bikinan ini.

Penduduk Asia tidak boleh lebih banyak dari penduduk Eropa, Amerika, dan Australia. Titik.

Baca juga: Diduga Kapal Rohingya Berlayar di Perairan Kuala Parek Aceh Timur Menuju Langsa

Untuk itu, penulis akan mengupas bom- bom atom Inggis di Asia secara satu persatu, temporal dan kronologis.

Satu di antara bom atom yang diciptakan Inggris di Asia Tenggara adalah etnis Rohingnya di
Myanmar. 

Rohingnya yang seharusnya menjadi bagian dari sejarah Bangladesh dengan nenek moyangnya adalah sama- sama berasal dari Benggali, Arab, Moor, Pathan, dan Asia Tengah dengan agama mayoritasnya adalah Islam.

Oleh Inggris di akhir masa kekuasaannya sengaja dijadikan sebagai bagian dari Myanmar yang agama mayoritasnya adalah Budha.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved