Pemilu 2024
Jaga Suara dan Potensi Kecurangan, KIP Aceh Ingatkan Peserta Pemilu Benar-benar Edukasi Saksi
KIP Aceh meminta para stakeholder, termasuk peserta Pemilu agar benar-benar mengedukasi saksinya saat pemungutan dan penghitungan suara nanti
Penulis: Sara Masroni | Editor: Muhammad Hadi
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Divisi Hukum dan Pengawasan Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh, Ahmad Mirza Safwandy SH MH meminta para stakeholder, termasuk peserta Pemilu agar benar-benar mengedukasi saksinya saat pemungutan dan penghitungan suara nanti.
Hal ini untuk menjaga dan mencegah terjadinya sejumlah potensi kecurangan.
"Para pihak stakeholder, termasuk peserta Pemilu yang diwakili oleh para saksi, apakah itu saksi partainya, nah ini benar-benar mengedukasikan saksi Pemilunya," kata Mirza dalam program Serambi Spotlight bersama News Manajer Serambi Indonesia, Bukhari M Ali di Studio Serambinews.com, Senin (5/2/2024).
Dia menjelaskan, ada empat hal yang perlu dipantau para saksi khususnya dalam proses Pemilu, yakni persiapan dan pelaksanaan pemungutan suara, kemudian persiapan dan pelaksanaan penghitungan suara.
Selain itu, KIP Aceh juga sudah mengedukasi para peserta Pemilu dan partai politik terkait penggunaan Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap) sebagai alat bantu menghadirkan keterbukaan atau transparansi pada Pemilu 2024 mendatang.
"Sarana Sirekap ini hanya alat bantu, hard copy itu yang utamanya. Tetapi paling tidak, untuk mengukur keabsahan, alat bantu ini bisa menjadi panduan," ungkap Mirza.
Divisi Hukum dan Pengawasan KIP Aceh itu mengungkapkan, pihaknya selalu menyampaikan ke penyelenggara untuk amanah dalam artian di level TPS, benar-benar melaksanakan pemungutan dan penghitungan suara tanpa adanya kecurangan.
Di samping itu, para saksi juga diminta benar-benar mendokumentasikan hasil pemungutan dan penghitungan suara untuk menghindari hilangnya suara peserta Pemilu saat pemilihan nanti.
Terakhir, menutup bincang-bincang tersebut dia mengingatkan masyarakat kalau perbedaan adalah sunnatullah dalam demokrasi.
"Tetapi jangan sampai justru itu menjadi alasan keterbelahan kita, jangan sampai menjadi ancaman terhadap integrasi bangsa ini,” ucap Mirza.
“Pemilu hanya lima tahunan, silaturahmi dan persaudaraan itu sepanjang hidup," pungkasnya.
(Serambinews.com/Sara Masroni)
BACA BERITA SERAMBI LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Baca juga: KIP Aceh Coret Dua Caleg DPRA dari PKS dan Satu Caleg DPD, Ini Penyebabnya
Baca juga: Pengamat Nilai Positif Larangan KIP Aceh soal Bawa HP ke Bilik Suara, Tekan Politik Uang
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Jaga-Suara-dan-Potensi-Kecurangan-KIP-Aceh-Minta-Peserta-Pemilu-Benar-benar-Edukasi-Saksi.jpg)