Breaking News

Salam

Cara Kerja Petugas Pemilu Harus Dievaluasi

Di Aceh sendiri, dalam pemilu kali ini sudah tujuh anggota KPPS dan satu anggota linmas yang meninggal. Mereka diduga kelelahan dan kondisi kesehatan

Editor: mufti
Dok Diskominfotik Nagan Raya
Pj Bupati Nagan Raya menjenguk 2 pasien anggota KPPS yang masih dirawat di RSUD SIM, Sabtu (17/2/2024). 

HARIAN Serambi Indonesia edisi Senin (19/2/2024) mem-beritakan, pesta demokrasi tahun ini menyisakan duka bagi ke-luarga petugas yang mengawal Pemilu 2024. Termasuk keluar-ga Syamsudin, di Jakarta Selatan. Syamsudin yang merupakan petugas kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) sempat sakit saat memasang tenda di TPS 036 pada Selasa (13/2/2024). Setelah sempat diberi perawatan, Syamsuddin akhirnya meninggal di rumahnya.

Sementara AJ (24) adalah anggota KPPS yang meninggal usai mengalami kecelakaan saat mengantar logistik Pemilu dari TPS 66 Kebon Kacang ke GOR Tanah Abang pada Kamis (15/2/2024) pagi. Korban diduga kelelahan, sehingga saat me-ngendarai motor kurang fokus dan menabrak trotoar. Setelah kecelakaan, AJ dirawat di rumah sakit. Namun, ketika dipindah-kan ke rumah sakit lain yang lebih representatif, korban akhir-nya meninggal.

Selama periode 10-17 Februari 2024, Kementerian Kese-hatan (Kemenkes) RI mencatat ada 57 petugas Pemilu 2024 yang meninggal. Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Pub-lik Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi, menyebutkan, jumlah itu ter-diri atas 29 petugas KPPS, 10 anggota linmas, sembilan saksi, enam petugas, dua anggota panitia pemungutan suara (PPS), dan satu anggota Badan pengawas pemilu (Bawaslu). Kemen-kes juga mencatat ada 8.381 petugas Pemilu 2024 yang sakit. Rinciannya, 4.281 anggota KPPS, 1.040 PPS, 1.034 petugas, 707 saksi, 694 linmas, 381 Bawaslu, dan 244 anggota pe-mitia pemilihan kecamatan (PPK).

Di Aceh sendiri, dalam pemilu kali ini sudah tujuh anggota KPPS dan satu anggota linmas yang meninggal. Mereka diduga kelelah-an dan kondisi kesehatannya menurun saat bertugas. Banyak juga petugas pemilu di berbagai kabupaten/kota di Aceh yang harus di-rawat karena sakit atau kelelahan. Seperti kita ketahui, banyaknya petugas pemilu yang sakit atau meninggal tak hanya terjadi kali ini saja. Namun, kondisi yang sama juga terjadi hampir pada setiap kali pelaksanaaan pemilu sebelumnya.

Karenanya, kita semua tentu sepakat agar hal ini harus men-jadi perhatian serius dari pemerintah, komisi pemilihan umum (KPU) selaku penyelenggara pemilu, bersama pihak terkait la-innya. Bentuk perhatian itu, antara lain, proses seleksi petu-gas pemilu harus dilakukan lebih selektif, termasuk membatasi usia serta memperketat tes kesehatan dan jasmani. Hal itu penting untuk mengetahui kondisi kesehatan dan sejauh mana daya tahan tubuh mereka.

Selain itu, cara kerja dan masa tugas harian para petugas pemilu pada tingkat desa hingga kecamatan--terutama menje-lang hari H, hingga pemungutan dan penghitungan suara--harus dievaluasi secara menyeluruh. Misalnya, proses penghitungan suara harus dibatasi maksimal sampai pukul 00.00 WIB. Jika belum selesai juga, maka dilanjutkan pada hari berikutnya. Hal ini sangat penting dilakukan mengingat ada di antara petugas pemilu yang terkadang tak pernah bekerja atau bergadang sam-pai larut malam dan bahkan sampai menjelang subuh.

Di luar hal tersebut, semua petugas pemilu harus memini-malkan efek kelelahan dalam bertugas. Sebab, tak jarang kele-lahan dapat berujung pada kematian. Banyak hal yang bisa di-lakukan untuk mengatasi hal itu. Seperti, jangan lupa sarapan, selalu bawa cemilan untuk menghindari perut kosong, perba-nyak minum air putih saat bertugas agar kebutuhan cairan men-cukupi, serta kalau sudah merasa sakit segera istirahat dan ja-ngan paksakan diri untuk terus bekerja. Petugas pemilu juga harus tidur yang cukup dan rutin berolahraga.

Selanjutnya, pihak penyelenggara harus dapat memastikan petugas pemilu di semua jenjang bisa bekerja sesuai tupoksi dan aturan yang berlaku, tanpa ada intervensi dari pihak mana pun. Dengan begitu, kita harapkan jumlah petugas yang sakit atau meninggal pada pemilu-pemilu mendatang dapat berku-rang dan bahkan dapat dihindari.(*)

POJOK

Ini caleg potensial ke Senayan, kata berita
Berarti akan ada juga caleg yang potensial kecewa kan? He..he..he…

BMKG warning potensi kebakaran lahan
Suhu ‘panas’ akibat Pemilu 2024 juga masih perlu diwaspadai kan?

Pemimpin dunia ucap selamat ke Prabowo
Tapi, tokoh dalam negeri banyak yang belum melakukan hal tersebut

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved