Kupi Beungoh
Bangga Pada Songket Aceh dan Kekuatan Identitas Etnis
Songket Aceh pernah mencapai masa keemasannya, ketika itu kerajaan Islam Aceh Darussalam dibawah pimpinan Sultan Iskandar Muda
Songket Aceh tengah berada dalam kondisi emergensi apabila tidak segera diselamatkan, maka tak dapat dipungkiri hanya tinggal menunggu waktu hilangnya salah satu budaya leluhur yang tak ternilai harganya.
Sejauh ini penelitian tentang songket Aceh masih langka, demikian juga faktor yang menyebabkan terpuruknya juga masih langka.
Tulisan ini penting untuk mencari akar permasalahan guna memperoleh solusi agar kerajinan tenun tradisional ini tidak punah.
Secara teori berkurangnya perajin disebabkan berkurangnya penjualan, penyebabnya adalah berkurangnya pembelian.
Permasalahan adalah menurunnya penjualan songket sedangkan akar permasalahan adalah niat beli konsumen yang berkurang.
Adapun tujuan tulisan ini untuk mengkaji mengapa niat membeli songket Aceh menurun?
Berlandaskan referensi dari jurnal internasional bereputasi para peneliti menegaskan bahwa niat membeli fashion etnis menjadi kuat karena faktor kebanggaan pada budaya.
Selain itu niat membeli fashion etnis juga dikaitkan dengan kekuatan identitas etnis.
Adapun orang yang bangga pada budaya akan memakai fashion yang ada unsur budaya.
Demikian juga halnya dengan orang memiliki kekuatan identitas etnis akan memakai fashion yang ada unsur etnisnya.
Selanjutnya fashion tersebut sering dipakai pada acara-acara resmi, acara adat, hari-hari besar agama, festival bahkan sampai keluar negeri.
Apakah orang Aceh bangga pada songket sebagai fashion etnis?, apakah orang Aceh memiliki identitas etnis yang kuat?
Pertanyaan – pertanyaan ini adalah indikator untuk niat membeli songket Aceh.
Dalam konteks untuk memajukan songket Aceh sudah dilakukan oleh banyak pihak contohnya Pemerintah Aceh yang banyak berkontribusi dalam memberdayakan industri tenun tradisional ini sejak bertahun-tahun yang lalu.
Saya melakukan interview dengan stake holder terkait dan perajin songket, berbagai usaha telah diupayakan demi keberlanjutan industri kerajinan ini.
| Dedy Tabrani di Mata Aktivis HMI: Polisi Masa Depan yang Menjaga dengan Ilmu dan Iman |
|
|---|
| Membangun Sistem Pengelolaan Sampah Sehat, Dari Masjid Gerakan Perubahan Dimulai - Bagian IV |
|
|---|
| Kesaksian dari Muraya: Ketika Solidaritas Fiskal Lampaui Batas Provinsi - Cerita Mendagri di APEKSI |
|
|---|
| Perang dan Damai – Bagian 11, Pertemuan Islamabad Jilid Dua, Menuju Perdamian |
|
|---|
| 821 Tahun Banda Aceh : Menghidupkan Kembali Semangat Kota Tamaddun Kekinian |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/pemerhati-songket-dan-dosen-Dr-Malahayati-SEMM.jpg)