Selasa, 28 April 2026

Kupi Beungoh

Bangga Pada Songket Aceh dan Kekuatan Identitas Etnis

Songket Aceh pernah mencapai masa keemasannya, ketika itu kerajaan Islam Aceh Darussalam dibawah pimpinan Sultan Iskandar Muda

Editor: Agus Ramadhan
FOR SERAMBINEWS.COM
pemerhati songket dan Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Serambi Mekkah., Dr. Malahayati, S.E.,M.M. 

Selain itu beberapa desainer kenamaan pernah memodifikasi serta mempromosikan songket Aceh bahkan sampai ke luar negeri.

Namun demikian sampai saat ini songket Aceh belum berkembang secara signifikan.

Oleh sebab itu diperlukan lagi upaya yang maksimal dari dunia akademisi.

Sebagai akademisi saya meneliti songket Aceh, untuk mengetahui persepsi pelanggan terhadap songket Aceh.

Alhasil terungkap bahwa nilai kemewahan yang menjadi faktor utama pelanggan memakai songket.

Dengan kata lain nilai kemewahan yang berperan penting yang menyebabkan seseorang membeli songket.

Oleh sebab itu saran kepada perajin untuk meningkatkan nilai kemewahan, agar songket tampil gemerlap.

Adapun corak ragam hias yang bermakna filosofi didisain kekinian sehingga selembar songket menjadi lebih modern.

Dampaknya orang yang memakai songket mewah ini akan mencerminkan status sosial yang tinggi dan memberi kesan pada orang lain (to impress others).

Saran kepada pemerintah untuk berperan aktif  dalam memajukan fashion etnik mulai dari meningkatkan kesadaran masyarakat akan identitas (jati diri).

Memberi motivasi kepada rakyat agar bangga pada pusaka budaya leluhur dan mendorong desainer lokal agar mendesain fashion etnik tradisional menjadi lebih modis dan glamor untuk mengisi pasar domestik. (*)

 

*) PENULIS adalah pemerhati songket dan Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Serambi Mekkah.

KUPI BEUNGOH adalah rubrik opini pembaca Serambinews.com. Setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis.

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved