Jurnalisme Warga
Asupan Gizi di Bulan Puasa Menurut Ahli Gizi
Umat muslim di seluruh dunia telah memasuki bulan Ramadhan, bulan yang dirindukan karena selalu menghadirkan kehangatan dan sukacita mendalam.
SRI MULYATI MUKHTAR, S.K.M., M.K.M., Pengurus Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) Cabang Aceh Utara & Fungsional Health Promotore Master RSU Cut Meutia Kabupaten Aceh Utara, melaporkan dari Buket Rata, Kota Lhokseumawe
Umat muslim di seluruh dunia telah memasuki bulan Ramadhan, bulan yang dirindukan karena selalu menghadirkan kehangatan dan sukacita mendalam. Pada bulan ini Allah melipatgandakan pahala bagi segala amal baik yang kita lakukan. Tentunya semua muslim berlomba-lomba untuk mendapatkannya, salah satunya dengan berpuasa.
Sejatinya, puasa yang benar adalah memenuhi kaidah agama dan kesehatan. Hal ini akan terlihat nyata dalam perilaku makan kita pada saat berbuka dan sahur. Menyegerakan berbuka puasa saat azan magrib tiba serta menunda sahur hingga mendekati waktu imsak, merupakan strategi puasa yang diajarkan Rasulullah saw.
Puasa dan kesehatan
Sebagian awam berpendapat bahwa saat puasa dapat dijadikan momentum untuk memperoleh berat badan ideal, bahkan bisa sembuh dari berbagai penyakit, semisal kadar gula darah bakal normal. Namun sayangnya, tidak diiringi dengan pola makan yang tepat.
Alhasil, mereka makan secara berlebih-lebihan, berasumsi tidak masalah karena sedang berpuasa. Namun, yang terjadi alih-alih menurunkan berat badan malah lebih parahnya kolesterol dan gula darah semakin meningkat di bulan puasa. Ini terlihat dari angka kunjungan ke dokter internist dengan meningkatnya jumlah pasien penyakit degeneratif seperti diabetes, hipertensi, dan lain-lain.
Puasa mempunyai manfaat untuk kesehatan. Beberapa riset menunjukkan bahwa berpuasa selama 30 hari membuat tubuh seperti ter-recharge (tercas ulang) dan sistem imun tubuh akan lebih baik. Kalau diibaratkan mesin, puasa merupakan saatnya servis mesin untuk memeriksa dan memperbaiki berbagai onderdil yang rusak.
Sebuah studi terbaru diterbitkan dalam The American Journal of Clinical Nutrition mengungkapkan bahwa puasa Ramadhan secara signifikan mengurangi risiko penyakit kronis seperti kanker paru-paru, usus besar, dan payudara.
Puasa adalah pendekatan nonfarmakologis yang baik untuk peningkatan kesehatan seperti penurunan berat badan, mengurangi peradangan, meningkatkan sensitivitas insulin, detoksifikasi, peningkatan kadar endorfin, dan regenerasi sel imun.
Selanjutnya, puasa telah terbukti mengurangi hipertensi, asma, dan rheumatoid arthritis.
Anjuran asupan gizi selama puasa
Pertama, makanan sahur sebesar 40 persen. Dalam sebuah hadis Rasulullah menganjurkan, “Makan sahurlah kalian karena dalam makan sahur terdapat keberkahan.” (HR. Bukhari Muslim)
Makan sahur merupakan anjuran syariat dan memberikan kekuatan untuk dapat menunaikan puasa selama kurang lebih 13 jam berpuasa.
Makanan sahur yang direkomendasikan adalah yang ringan dan mengandung sayuran. Utamakan mengonsumsi karbohidrat kompleks semisal nasi karena akan lebih lama dicerna dan bisa memberi rasa kenyang dan energi yang lebih lama. Lengkapi dengan makanan berprotein tinggi, termasuk telur. Saat sahur dahulukan minum air putih kemudian dilanjutkan makan nasi lengkap disertai buah. Mendekati imsak, minum lagi air putih.
Kedua, makanan pembuka (takjil) sebesar 10 % . Saat berbuka jangan jadi ajang “balas dendam” dan segeralah menghidrasi tubuh dengan minum air putih. Selanjutnya, sesuai sunah Nabi Muhammad, makanlah tiga butir kurma untuk meningkatkan kadar gula tubuh.
Jurnalisme Warga
Penulis JW
Asupan Gizi di Bulan Puasa Menurut Ahli Gizi
bulan ramadhan
berbuka puasa
Sri Mulyati Mukhtar SKM MKM
| Kepedulian Bupati Syech Muharram terhadap Aksara Arab Melayu melalui Program ‘Beut Kitab bak Sikula’ |
|
|---|
| Memetik Hikmah dari Peluncuran Buku MemoryGraph |
|
|---|
| Kenduri di Makam Putroe Sani, Dari Kejayaan Sultan Iskandar Muda ke Sunyi Makam Permaisuri |
|
|---|
| Mengoptimalkan Potensi Gedung Karantina Haji Pulau Rubiah |
|
|---|
| ‘Cecah Reraya’, Makanan Khas Lebaran di Gayo Berbahan Kulit Kayu |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/SRI-MULYATI-MUKHTAR-OKE-LAGII.jpg)