Jurnalisme Warga
Tubuh Tetap Bugar Selama Puasa
Pada salah satu malamnya pun ada malam yang mulia, yaitu malam Lailatulqadar, dan bulan suci Ramadhan hanya ada setahun sekali.
KINANTI PUSPANAGARI, Siswi Kelas VIII Pesantren Baitul Arqam, melaporkan dari Sibreh, Aceh Besar
Bulan suci Ramadhan sudah seminggu kita jalani. Seluruh umat muslim di dunia menyambut bahagia kedatangan bulan istimewa ini. Saat melaksanakan ibadah puasa selama sebulan penuh, segala amal kebaikan dilipatgandakan, setan-setan dikurung di neraka, dan ada shalat sunah spesial, yaitu Tarawih.
Pada salah satu malamnya pun ada malam yang mulia, yaitu malam Lailatulqadar, dan bulan suci Ramadhan hanya ada setahun sekali.
Akan tetapi, selama berpuasa kita hanya makan saat sahur dan selanjutnya tidak mengonsumsi apa pun, mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari, yaitu saat berbuka puasa (iftar).
Namun, terkadang bagi sebagian orang, sepanjang berpuasa dia merasa sangat lemas karena kondisi tubuh yang kurang fit. Maka dari itu, penting untuk menjaga kesehatan selama berpuasa.
Karena itulah, Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah (PWNA) Aceh melakukan penyuluhan dalam rangka Pelayanan Remaja Sehat Milik NA (Pashmina) di Pesantren Baitul Arqam, Rabu, 6 Maret 2024.
Seminar ini membahas tentang menjaga kesehatan selama berpuasa dengan tema “Tubuh Bugar, Puasa Segar”.
Materi seminar disampaikan oleh dr Natha Bella dan pemeriksaan kesehatan dilakukan pada hari yang sama. Santri Dayah Pesantren Baitul Arqam begitu antusias karena selain kesehatan fisik, ada juga konseling remaja. Selain santriwan dan santriwati, ada pula ustaz dan ustazah serta pengurus dan anggota Nasyiatul ‘Aisyiyah Aceh yang hadir dalam seminar dan penyuluhan kesehatan tersebut.
Acara ini dibuka oleh Rika Widya Sari SPd, selaku Ketua PWNA. Beliau menjelaskan program Pashmina dan Nasyiatul ‘Aisyiyah (NA). NA merupakan salah satu ortom dari organisasi otonom persyarikatan Muhammadiyah. NA memiliki makna Putri Aisyiyah. Rika juga menjelaskan panggilan untuk anggota NA adalah “Yunda”, sedangkan untuk Aisyiyah, “Ibunda”.
Narasumber dari PWNA, yaitu dr Natha Bella menjelaskan tentang kesehatan selama berpuasa. Natha mengawali pemaparannya dengan memperkenalkan diri hingga latar belakang pendidikannya yang pernah mengenyam pendidikan luar negeri, yaitu di Turkiye. Sebelum menyampaikan materi, Dokter Natha mengumumkan bahwa apabila ada santri yang menjawab pertanyaan akan diberikan ‘reward’ berupa buku diari. Para santri pun langsung antusias menyimak materi yang disampaikan dari awal hingga selesai.
Pertama, Dokter Natha menjelaskan tentang alasan pentingnya menjaga kebugaran tubuh agar tidak lemas selama berpuasa. Sambil melemparkan sebuah kuis pertanyaan tentang bunyi dalil berpuasa di Al-Qur’an surah Al-Baqarah ayat 183. Para santri berebut mengangkat tangan untuk menjawab. Salah seorang santri bernama Ryan Fazlurrahman melantunkan ayat tersebut yang artinya “Hai, orang-orang yang beriman! Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”
Kemudian Dokter Natha menjelaskan bahwa ayat tersebut merupakan dalil perintah puasa dan janganlah berpikir Allah menyulitkan hamba-Nya dengan berpuasa. Allah justru memerintahkan puasa yang sebenarnya sangat banyak manfaatnya untuk diri kita. Bahkan, ilmuwan mengatakan puasa sangat dianjurkan karena baik untuk mendetoksifikasi racun di dalam tubuh.
Kemudian, para santri diberikan penjelasan mengenai sahur oleh Dokter Natha. Biasanya orang berasumsi, makan dan minum sebanyak-banyaknya sebelum imsak agar memiliki banyak tenaga saat berpuasa, ternyata hal tersebut tidak berpengaruh dan sikap berlebihan itu malah menimbulkan dampak yang buruk. Jika mengonsumsi terlalu banyak (memaksa), maka lambung akan melebar dan mengirim sinyal kenyang. Sehingga, apabila kita kembali makan seperti porsi biasa, maka perut tidak akan merasa kenyang karena belum merasa menerima makanan yang cukup seperti sebelumnya.
Namun, jangan juga makan dengan porsi terlalu sedikit saat sahur. Maka dari itu, makanlah secukupnya agar memiliki tenaga yang cukup dan tidak mudah lemas selama beraktivitas saat berpuasa. Dokter Natha juga menjelaskan bahwa dalam sehari manusia membutuhkan air minum minimal 1,8 liter atau sama dengan 18.000 ml.
Masih dari penjelasan dokter yang cantik dan energik ini, setelah sahur tidak dianjurkan untuk tidur. Karena saat tidur, bisa saja asam lambung naik. Mungkin dampaknya tidak terasa sekarang, tapi 10 atau 11 tahun mendatang akan terasa efek buruk dan menimbulkan penyesalan. Sama seperti tidur, lebih baik untuk tidak berolahraga setelah sahur baik olahraga berat maupun ringan. Penjelasannya, sama seperti tadi, akibatnya asam lambung juga dapat naik. Apalagi sesudah sahur makanan masih diproses dalam lambung hingga 4-5 jam lamanya. Jika ingin berolahraga lebih baik saat menjelang berbuka puasa seperti jalan kaki, bersepeda, dan olahraga lainnya yang merupakan olahraga ringan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/KINANTI-PUSPANAGARI-OKE.jpg)