Opini
Memahami Hakikat Pembangunan
Perspektif ini memberi dasar pemahaman bahwa pembangunan sejatinya adalah sebuah proses kompleks yang melibatkan banyak aspek dan dimensi hingga mensy
Intinya kemiskinan itu adalah sesuatu yang tidak kita inginkan. Lalu apakah kemudian otomatis kita dapat dikatakan memiliki tujuan? Setelah mendeklarasikan apa yang tidak kita inginkan? Jelas tidak.
Kemiskinan itu adalah situasi atau kondisi pasif, yang akan tereliminasi oleh upaya aktif kita mewujudkan kesejahteraan. Jadi kemiskinan yang terentaskan itu automatically adalah efek sekaligus dampak ketika ikhtiar untuk mencapai kemakmuran dan kesejahteraan itu terwujud, terealisasi.
Bantuan sosial
Satu lagi, terkait program bantuan sosial yang begitu dominan mengisi diskursus pembangunan di tanah air bahkan jauh sebelum heboh seperti saat ini. Harus dipahami segala program pembangunan yang bersifat bantuan dengan segala bentuk dan sebutannya sejatinya haruslah dilaksanakan dengan berpijak dan mempertimbangkan argumen-argumen berikut.
Pertama, program bantuan sosial haruslah beranjak dari logika kedaruratan, yang sifatnya sementara agar rakyat bisa melewati fase-fase kritis.
Kedaruratan itu bisa terjadi karena faktor bencana alam (banjir, gempa, tsunami, kebakaran), bencana sosial (perang/konflik bersenjata), atau serangan wabah penyakit. Kedua, program bantuan sosial dimaksudkan untuk membantu meringankan beban rakyat untuk memenuhi kebutuhan hidupnya akibat situasi abnormal yang di luar kemampuan mereka untuk menghadapi dan menanganinya.
Ketiga, program bantuan sosial bersifat temporal dan parsial dengan target jangka pendek, sampai situasi dan kondisi kembali menjadi normal. Begitu kondisi normal program bantuan ini dapat dikurangi, disesuaikan level kebutuhannya, atau dihentikan sama sekali.
Keempat, program bantuan tidak boleh menjadi program prioritas dan strategis. Jika program bansos masih tetap dibutuhkan maka haruslah dijalankan secara paralel sebagai suplemen yang bersifat simultan dan komplementer dengan program-program prioritas dan strategis dengan skema dampak yang lebih besar dan bersifat jangka panjang.bulman.
| Menata Standar Pendidikan Menuju Ekosistem yang Lebih Bermakna |
|
|---|
| Dampak Bencana dan Antisipasi Perubahan RPJMA 2025-2029 |
|
|---|
| Bencana yang tak Datang “Tiba-Tiba”, Cermin Gagalnya Kepemimpinan dan Budaya Organisasi Pemerintah |
|
|---|
| Pelajaran dari “Sabotase Baut Jembatan” |
|
|---|
| Keterbukaan Kawasan Strategis Regional: Pilar Pembangunan Ekonomi Aceh di Pentas Global |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/bulman-satar-antropolog-sehari-hari-be.jpg)