Opini
Keistimewaan Puasa Ramadhan
Ayat ini diperkuat oleh potongan ayat lainnya dalam surah yang sama ayat ke-185 yang artinya: Karena itu, barang siapa di antara kamu hadir (di negeri
Lalu kalau syahadatain tadi menjadi pengakuan seseorang menjadi muslim, shalat itu menjadi lambang kedisiplinan umat Islam dan zakat sebagai lambang kasih sayang maka puasa Ramadhan itu menjadi lambang keimanan seseorang muslim yang dapat membedakannya dengan orang-orang yang tidak beriman termasuk dengan orang muslim sendiri yang tidak berpuasa Ramadhan.
Sementara ibadah haji sebagai fondasi kelima menjadi lambang kekuatan fisik dan kepentingan riadhah dalam Islam. Menunaikan ibadah haji itu lebih memerlukan dan mengutamakan kekuatan fisik berbanding dengan yang lain karena semua aktivitas haji itu baik yang mencakupi dalam rukun maupun dalam wajib haji cenderung mengedepankan fisik seperti thawaf, sa’i, wuquf di ‘Arafah, melempar jumrah dan lainnya. Oleh karena itu sangat digalakkan umat Islam menunaikan ibadah haji ketika masih berusia muda karena ibadah yang satu ini memerlukan tenaga dibandingkan ibadah yang lainnya dalam pelaksanaannya. Jadi pelaksanaan ibadah haji betul-betul identik dengan riadhah yang sangat sering dilakukan Rasulullah saw.
Kekhususan Ramadhan
Ibadah puasa Ramadhan memiliki kekhususan tersendiri berbanding dengan empat fondasi Islam lainnya karena puasa Ramadhan mewajibkan muslim menahan minum dan makan. Sangat sulit bagi seseorang sanggup melakukan kalau bukan karena ada sesuatu yang melandasinya dalam tubuh badan.
Manakala kita kembali kepada dalil perintah yang mewajibkan puasa Ramadhan maka kita temukan di sana satu perintah kepada orang khusus yang bernama mukmin selaras dengan bunyi ayat: yaa ayyuhallaziyna aaamanu kutiba alaikumushshiyaam...Allah memanggil orang-orang beriman untuk diperintahkan berpuasa Ramadhan dan Allah tidak memanggil dan menyuruh orang selain mukmin untuk kewajiban itu.
Allah tidak menyeru yaa ayyuhal musliimun umpamanya, atau yaa ayyuhal musyrikun, atau yaa ayyuhan naas, apalagi yaa ayyuhal kafirun, tetapi yang diperintahkan berpuasa Ramadhan itu khusus kepada orang-orang beriman. Mukmin itu hanya ada dalam tubuh orang muslim dan tidak ada di luar itu, walaupun tidak semua muslim otomatis mukmin namun sudah pasti setiap mukmin itu muslim.
Dengan rumus tersebut maka mudah sekali kita mengukur seseorang itu muslim atau mukmin. Khusus terkait dengan ibadah puasa Ramadhan kita dapat pastikan kalau ada seorang muslim yang berpuasa penuh di bulan Ramadhan selain melaksanakan kewajiban lain dalam kehidupan maka dapat dipastikan dia seorang mukmin.
Artinya kalau ada orang Islam yang tidak melaksanakan puasa di bulan Ramadhan dapat dipastikan pula bahwa ia belum tentu seorang mukmin. Demikian kalkulasi ringan terkait ukuran mukmin dan muslim.
Ramadhan benar-benar menjadi salah satu ibadah bagi umat Islam yang memiliki kekhususan berbanding dengan ibadah-ibadah lainnya. Puasa Ramadhan hanya dilaksanakan oleh orang-orang beriman saja. Puasa Ramadhan hanya dapat dilaksanakan pada bulan Ramadhan saja. Puasa Ramadhan menjanjikan ampunan segala dosa bagi yang melaksanakannya.
Puasa Ramadhan dapat mendatangkan nikmat kepada pelakunya. Puasa Ramadhan memberi harapan kepada pelakunya bertemu dengan Allah di hari nanti (farhatun ‘inda liqaa-i Rabbihi).
Bulan Ramadhan juga dijamin Allah terbuka pintu syurga (futtihaat abwaanul Jannah) dan tertutup pintu neraka (ghulliqat abwaabun nar) dan Allah merantai syaithan-syaithan semuanya (Shuffidatisy syaithaan). Semoga Ramadhan tahun ini menjadi Ramadhan terbaik bagi kita semua.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Prof-Dr-Tgk-Hasanuddin-Yusuf-Adan-MCL-MA-OK.jpg)