Opini

Hilirisasi Industri Aceh

KONTEN terpenting dalam dokumen Rancangan RPJP Aceh 2025-2045 adalah uraian 18 Isu-Isu Strategis Aceh untuk mendapatkan perhatian dan solusi pada Pemb

Editor: mufti
SERAMBINEWS/FOR SERAMBINEWS.COM
Dr Drs H Nadhar Putra MSi, ASN Pemerintah Aceh 

Hilirisasi Industri Aceh harus mendapatkan perhatian sangat serius karena kontribusi industri pengolahan terhadap PDRB Aceh masih sangat rendah dan proporsi jumlah industri kecil dan menengah pada level provinsi yang hanya 1,5 persen dimana komoditas-komoditas hasil pertanian, perkebunan, dan peternakan langsung dijual tanpa melalui proses hilirisasi. Kontribusi sektor industri terhadap PDRB tahun 2022 baru sekitar 5,14 persen.

Lemahnya hilirisasi tidak lepas dari iklim investasi yang belum menggembirakan, hal ini ditandai dengan masih minimnya proporsi pembentukan modal tetap bruto terhadap PDRB dan Nilai investasi Aceh masih sangat rendah dengan realisasi investasi pada tahun 2022 sebesar 6,2 triliun. Masih rendahnya nilai investasi tersebut ditandai dengan belum optimalnya pemanfaatan Kawasan Peruntukan Investasi (KPI) di antaranya; Kawasan Industri Aceh (KIA) Ladong, Kawasan Perdagangan Bebas Pelabuhan Bebas (KPBPB) Sabang, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun, dan Kawasan Industri Perikanan Lampulo.

Sepakat dengan uraian dalam Rancangan RPJP Aceh 2025-2045 bahwa selama 20 tahun ke depan Pemerintah Aceh harus fokus untuk memperkuat industri pengolahan atau hilirisasi di Aceh. Beberapa strategi kebijakan dapat diambil Pemerintah Aceh di antaranya; investasi dalam hal infrastruktur logistik seperti pelabuhan, bandara, dan jaringan transportasi darat untuk memperbaiki konektivitas dan kemudahan akses bagi industri pengolahan.

Selanjutnya memberikan akses yang lebih mudah bagi pelaku usaha terhadap modal usaha kredit perbankan, mempermudah perizinan usaha, kemudian  mendorong diversifikasi produk-produk industri pengolahan Aceh dan mencari pasar alternatif yang baru. Yang tak kalah penting lagi adalah mendorong kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan lembaga riset dalam mengembangkan hilirisasi di Aceh. Membangun rantai pasokan yang terintegrasi mulai dari produksi hingga distribusi dan pemasaran produk.

Isu strategis tentang hilirisasi Aceh ini secara riil mesti di breakdown menjadi Arah Kebijakan dan Sasaran Pokok Pembangunan Aceh (lima tahunan) di tahun 2025-2045. Dengan implementasi yang konsekuen serta konsisten, diharapkan Aceh dapat memperkuat hilirisasi sebagai salah satu pilar utama dalam memperkuat daya saing dan kemandirian Aceh secara ekonomi.

Pada akhir implementasi RPJP Aceh 2025-2045 nanti, kita berharap telah terbangun pabrik Rice Milling Unit (RMU) berskala besar di Pidie atau Pidie Jaya, pabrik minyak goreng berskala besar di Aceh Barat atau Nagan Raya, pabrik gula berskala besar di Aceh Tengah atau Gayo Lues, pabrik garam beryodium di Lhokseumawe atau Aceh Utara, pabrik pengalengan ikan di Aceh Timur, peternakan dan pabrik pengolahan daging sapi di Aceh Besar dan Banda Aceh, pabrik pakan ternak dan peternakan ayam di Aceh Tamiang, pabrik sirup pala di Aceh Selatan, dan lain sebagainya.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved