Opini

Masa Remaja dan Problematikanya

Jika kita lihat pada tahun 2021 menurut Kapolri Listyo Sigit Prabowo tingkat kejahatan pada saat itu meningkat 18,764 kasus menjadi 276,507 perkara da

Editor: Ansari Hasyim
IST
Muhammad Fadhil SPsi, Guru SDIT Baitun Nada Teureubu 

Oleh: Muhammad Fadhil SPsi, Kepala Sekolah SDIT Baitun Nada

MARI kita sejenak berkaca pada keadaan dan perilaku remaja zaman sekarang. Sungguh sangat jauh dalam kategori remaja yang menghadirkan sebuah perubahan dan menyejukkan.

Banyak kasus kita dengar dan lihat di media massa dan media sosial; remaja membunuh teman, memperkosa pacarnya, membunuh orang tua, berjudi, serta remaja melakukan pembegalan dan tawuran.

Sungguh sangat sedih mendengarkan berita demikian yang awalnya kita tahu bahwasanya remaja itu ialah masa keemasan, masa dimana menjadi harapan penerus bangsa dan agama.

Justru dengan fenomena yang kita rasakan sekarang, para remaja menjadi perbincangan, beban bagi orang tua serta menjadi aib bagi keluarga dan lingkungan.

Data Unicef tahun 2016 mencatat kenakalan remaja di Indonesia mencapai 50 persen. Sedangkan angka kriminalitas di Indonesia semakin melonjak dari tahun ke tahun.

Contohnya pada 2022, yang saat itu angka kriminalitas naik menjadi 7,13?ri tahun lalu. Ada 31,6 kejahatan setiap jamnya.

Jika kita lihat pada tahun 2021 menurut Kapolri Listyo Sigit Prabowo tingkat kejahatan pada saat itu meningkat 18,764 kasus menjadi 276,507 perkara dari sebelumnya 257,743 kasus pada 2021.

Salah siapa

Coba kita lihat kembali keadaan remaja sekarang, mereka sangat jauh dari yang namanya ilmu agama. Mereka butuh perhatian dari orang tua yang peduli, kawan-kawan yang memberikan nilai positif, serta lingkungan yang sehat yang di dalamnya ada nasihat-nasihat agama.

Inilah awal permasalahan yang dialami oleh remaja sekarang, kurangnya perhatian dari orang tua serta lingkungan yang tidak sehat.

Tidak ada yang patut disalahkan, namun yang sangat diperlukan sekarang ialah saling introspeksi diri, saling peka dengan keadaan remaja sekarang.

Arahkan dan ajak kembali para remaja sekarang untuk lebih mengenal agama. Sehingga dia bisa membentengi dirinya tatkala dia sendirian serta ketika berada di lingkungan yang tidak sehat.

Masa remaja dikatakan sebagai suatu masa yang berbahaya, karena pada periode itu, seseorang meninggalkan tahap kehidupan anak-anak, untuk menuju tahap selanjutnya yaitu tahap kedewasaan.

Masa ini dirasakan sebagai suatu masa krisis karena belum adanya pegangan.
Sedangkan kepribadiannya sedang mengalami pembentukan.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved