Senin, 18 Mei 2026

Ruang Bahasa

Memahami Pelik-Pelik Bahasa Indonesia di KBBI - Bagian 1

Di kamus ini ada kata yang terasa aneh atau menyimpang dari pakem biasa yang sudah umum kita kenal. Misalnya, sejak SD kita diajarkan oleh guru bahasa

Tayang:
Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS.COM/FOR SERAMBINEWS
Yarmen Dinamika, Wartawan Harian Serambi Indonesia. 

Namun, pengecualian ini tidak berlaku bagi penari, peniru, penipu, penilap, penindas, penidur, penulis, penerjemah, peneliti, penelaah, penafsir, penonton, penegur, penabung, penerbang, dan penambang.

Lalu bagaimana kalau kata itu diawali dengan konsonan s? Hukumnya juga mendua. Di KBBI, untuk kata sepak, turunannya ada penyepak, ada pula pesepak.

Pe.nye.pak diartikan sebagai orang yang menyepak, sedangkan
pe.se.pak (bo.la) hanya dimaksudkan untuk pemain sepak bola.

Untuk kata sepeda yang juga diawali huruf s, tidak ada turunan kata pensepeda atau penyepeda. Yang ada hanyalah pe.se.pe.da yang diartikan sebagai orang yang bersepeda (mengendarai sepeda).

Kalau dia atlet balap sepeda bagaimana? Ya, tetap disebut atlet balap sepeda, bukan pesepeda.

Lalu bagaimana dengan atlet balap? Apakah KBBI juga membedakan kata antara pembalap dengan pebalap? Jawabannya, ternyata tidak. Di KBBI hanya ada kata pembalap dengan arti orang yang membalap. Tidak dibedakan apakah dia pembalap profesional, amatir, ataupun sekadar pembalap liar. Jadi, kalau Anda temukan dalam teks kata pebalap, itu jelas bentuk yang tidak baku.

Selain itu, perlu diingat bahwa kata dasar yang diawali konsonan k, p, s, t akan melebur jika huruf keduanya juga konsonan dan mendapat awalan pe-.
Misalnya pada kata protes. Turunannya menjadi pemrotes, bukan pemprotes atau pemerotes.
KBBI membakukan kata pem.ro.tes yang berarti orang yang memprotes.

Contoh berikut dari kata berbasis k, p, s, t yang tidak luluh dan masuk ke dalam aturan yang satu ini adalah program dan proses. Bentuk persona dari kata program adalah pemrogram (bukan 'programmer'). Sedangkan bentuk persona dari kata proses adalah pemroses.

Baca juga: Mengenal Bentuk Terikat di KBBI dan Mahir Mempraktikkannya - Bagian 5

Untuk lebih jelasnya, simak kalimat berikut ini.

1. Direksi sudah memilih pemrogram sistem sejak bulan lalu. [pe- + program—huruf kedua setelah p adalah r yang merupakan konsonan—maka kata dasarnya luluh].

2. Ryan direkrut sebagai pemroses mesin pencacah plastik. [pe- + proses—huruf kedua setelah p adalah r yang merupakan konsonan—maka kata dasarnya luluh].


Berikutnya, kata lain yang juga pelik penggunaannya dalam bahasa Indonesia adalah kata proyek dan projek. Kedua kata ini di KBBI bukanlah sebagai bentuk bersaing. Masing-masing bisa digunakan sesuai konteksnya. Keliru cara penggunaannya, maka akan berbeda pula makna yang ditimbulkannya.

Sebetulnya ada tiga kata dalam bahasa Inggris yang sama-sama pakai 'ject', yakni 'subject', 'object', dan 'project' yang diserap ke dalam bahasa Indonesia secara tidak taat asas (konsisten), yakni menjadi 'subjek', 'objek', dan 'proyek'.

Khusus proyek diartikan sebagai rencana pekerjaan dengan sasaran khusus (pengairan, pembangkit tenaga listrik, dan sebagainya) dan dengan saat penyelesaian yang tegas.
Misalnya, proyek perintis (proyek yang dilaksanakan sebagai percobaan untuk proyek yang lebih besar) dan proyek sangkuriang (proyek yang dipersiapkan dalam waktu yang relatif cepat).

Setelah lama kita kenal kata proyek, dimunculkan pula kata pro.jek di KBBI V (2016-2023) dan VI (2024). Namun, kata ini dibatasi penggunaannya hanya dalam konteks dunia pendidikan (Dik), yang diartikan sebagai tugas-tugas belajar yang meliputi kegiatan perancangan, pelaksanaan, dan pelaporan, baik secara tertulis maupun lisan, dalam waktu tertentu.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved