Opini
Sulitnya Menikah
Bentuk dan jumlah mahar menunjukkan kelas dan strata sosial. Jika mahar sedikit, misalnya hanya 5 mayam atau kurang ini dianggap dari keluarga tidak m
Dr Ainal Mardhiah SAg MAg, Dosen Pascasarjana UIN Ar Raniry Banda Aceh
ANAK muda malas menikah. Sebagian takut menikah. Kalau kita tanya kenapa? Jawabannya tidak cukup uang. Memangnya berapa butuh uang untuk menikah? Untuk menikah harus punya banyak uang, karena harga emas mahal. Jumlah mahar tinggi, belum lagi uang isi kamar, uang hangus, uang acara lamaran, uang acara resepsi dan lainnya.
Anak muda lainnya mengatakan tidak percaya diri. Kenapa tidak percaya diri? Karena belum ada pekerjaan tetap, belum mapan, belum PNS, keluarga perempuan tidak mengizinkan anak perempuannya menikah dengan laki-laki yang tidak mapan. Tidak punya pekerjaan tetap, takut anaknya tidak bisa diberi makan atau dinafkahi. Keadaan ini dikhawatirkan memiliki korelasi dengan maraknya kasus perzinaan, kekerasan seksual terhadap anak yang dapat merusak generasi dan keturunan.
Dilansir dari aceh.tribunnews.com, Dinas Pemberdayaan dan Perlindungan Anak (DP3A) Aceh mencatat hingga Juni 2023 terdapat 577 kasus kekerasan dan pelecehan seksual terhadap anak perempuan di Aceh. Sebuah angka yang besar dan mengkhawatirkan.
Mahar memberatkan
Mahar itu harus puluhan mayam, ditambah uang isi kamar, uang hangus, barang hantaran dan syarat lainnya yang memberatkan. Akibatnya tidak sanggup dipenuhi oleh laki-laki. Apa yang terjadi kemudian? Dengan alasan belum cukup uang, acara lamaran ditunda-tunda, acara nikah ditunda-tunda, tapi mereka sering jalan berdua, sering nongkrong berdua di rumah yang ada orang tua atau di luar rumah di tempat yang sepi yang ada hanya mereka berdua.
Bentuk dan jumlah mahar menunjukkan kelas dan strata sosial. Jika mahar sedikit, misalnya hanya 5 mayam atau kurang ini dianggap dari keluarga tidak mampu. Di daerah tertentu pihak perempuan merasa malu jika anak perempuannya dilamar dengan mahar hanya 5 mayam atau kurang.
Apa yang dilakukan keluarga perempuan jika pihak laki-laki tidak sanggup memberikan mahar yang banyak? Yang dilakukan adalah dalam proses ijab kabul di hadapan banyak orang disebutkan jumlah mahar dengan jumlah yang banyak, misalnya 15 mayam meski yang diberikan oleh laki-laki hanya 5 mayam. Sisanya dari mana?
Sisanya merupakan pinjaman dari keluarga perempuan kepada pihak laki-laki. Kenapa bisa demikian? Katanya untuk menutupi malu. Untuk menjaga nama baik (gengsi) pihak perempuan meminjamkan 10 mayam kepada pihak laki-laki agar maharnya menjadi 15 mayam. Setelah selesai akad nikah, emas 10 mayam yang tadi dipinjamkan ke pihak laki-laki, dikembalikan kepada keluarga perempuan yang meminjamkannya. Bukankah ini tidak baik, mengajarkan sikap tidak menerima apa adanya?
Sayyid Quthb menjelaskan bahwa maskawin dinamai dengan "saduqat" bentuk jamak dari "saduqah", yang terambil dari akar kata "sadaqa" yang berarti “kebenaran”, karena maskawin itu di dahului oleh janji sehingga pemberian itu merupakan bukti kebenaran janji.
Dengan demikian, mahar itu bisa dikatakan sebagai simbol kejujuran, tanggung jawab, keseriusan, ketulusan, penghargaan, kemuliaan, tanda persetujuan, janji setia, dan pemberian wajib dari suami kepada istri tanpa mengharapkan imbalan dan balasan dari istri.
Disebut dalam ayat berikut ini: "Berikanlah maskawin (mahar) kepada perempuan (yang kamu nikahi) sebagai pemberian dengan penuh kerelaan. Kemudian jika mereka menyerahkan kepada kamu sebagian dari maskawin itu dengan senang hati maka makanlah (ambillah) pemberian itu (sebagai makanan) yang sedap lagi baik akibatnya". (QS. An-Nisa' ayat 4).
Mahar terbaik
Dari ayat tersebut kita melihat bahwa “mahar” itu adalah sebuah penghargaan, hadiah yang wajib diberikan kepada perempuan yang menjadi calon istri. Sebuah hadiah atau penghargaan tentunya harus diberikan yang terbaik dari apa yang dimiliki oleh laki-laki kepada perempuan yang akan dilamar dan dinikahi.
Ukuran terbaik itu bisa dilihat dari jumlah mahar (kuantitas), atau terbaik dari sisi kualitas, namun disesuaikan dengan kemampuan masing-masing laki-laki, tanpa harus berutang, dan berbohong demi gengsi dan menjaga malu jika mahar yang diberikan sedikit.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Dr-Ainal-Mardhiah-S-Ag-MAg-Dosen-Pascasarjana-UIN-Ar-Raniry-Banda-Aceh.jpg)