Jumat, 1 Mei 2026

Jurnalisme Warga

“Jurnalis Hybrid” Serambi Indonesia: Menjelajah Dunia dari Pagar Air Aceh Besar

Berbagai pengetahuan dan pengalaman baru kami dapatkan dari kunjungan lapangan ke Serambi Indonesia, terutama tentang kemajuan dunia jurnalistik

Tayang:
Editor: Amirullah
For Serambinews
Mahasiswa Prodi KPI Fakultas Dakwah UIN Ar-Raniry mengadakan belajar lapangan ke Kantor Serambi Indonesia 

Oleh: Anzelia Anggrahini, Mahasiswa Prodi Komunikasi Penyiaran Islam UIN Ar-Raniry Banda Aceh

Senin 29 April 2024 kami mahasiswa Prodi KPI Fakultas Dakwah UIN Ar-Raniry mengadakan belajar lapangan ke Kantor Serambi Indonesia dalam Mata Kuliah Praktikum Media Online yang diasuh oleh Hasan Basri M Nur.

Di kantor Serambi Indonesia yang terletak di Pagar Air Aceh Besar, kami diterima langsung oleh Pimpinan Redaksi Serambi Indonesia, Zainal Arifin M Nur, dan jajaran jurnalis (wartawan) dari kalangan muda seperti Agus Ramadhan, Sara Masroni, Amirullah dan lain-lain.

Berbagai pengetahuan dan pengalaman baru kami dapatkan dari kunjungan lapangan ke Serambi Indonesia, terutama tentang kemajuan dunia jurnalistik dan implementasinya. Ternyata Serambi Indonesia sangat cepat beradaptasi dengan perkembangan dan kemajuan teknologi informasi.

Salah satunya Serambi Indonesia telah mengedepankan liputan berbasis content creator yang dilakukan oleh “wartawan hybrid”. Produk jurnalistik dari “wartawan hybrid” ini diakui kerap menjadi top news (berita populer).

“Agus Ramadhan, Sara Masroni dan beberapa jurnalis muda di Serambi Indonesia kami menjuluki mereka sebagai wartawan hybrid. Mereka mampu menggrap berita dari berbagai penjuru dunia dalam waktu singkat dari kursi mereka di kantor ini,” ujar Zainal Arifin M Nur yang berperan sebagai dosen tamu bagi kami.

Baca juga: TERUNGKAP Ahmad Arif Ridwan Sempat Setubuhi Wanita Tewas di Koper, Ini Motif pelaku

Perubahan Zaman

Perubahan zaman yang semakin cepat membuat teknologi di industri otomotif maupun elektronik berkembang pesat. Peralihanan ini membuat kehidupan manusia terasa mudah dan praktis. Terlebih lagi ketika pandemi menyerang dunia pada tahun 2019-2021, yang mana dari kejadian tersebut mengharuskan masyarakat untuk tetap bekerja dan berada di rumah.

Para wartawan biasnya selalu berada di lapangan dan berinteraksi dengan masyarakat, membuat mereka harus memutar otak agar tetap mendapatkan informasi dari beberapa daerah bahkan luar negeri. Para jurnalis tidak pernah kekurangan ide untuk menemukan jalan keluar dari permasalahan ini. Maka dari hal ini lahirlah “Jurnalis Hybrid” ataupun jurnalis konten kreatif.

Istilah dari jurnalis hybrid itu sendiri adalah dimana para jurnalis meliput semua isu di setiap daerah atau negara dari dunia maya. Dari metode ini semakin memudahkan para jurnalis untuk meliput semua permasalahan yang ada di penjuru dunia tanpa adanya wawancara langsung kepada nara sumber.

Cara kerja dari “jurnalis hybrid” contohnya seperti, mereka hanya tinggal mendengarkan konferensi press presiden di depan layar komputer, kemudian mengambil kutipan ataupun pernyataan penting dan menjadikannya sebuah informasi yang akan disebarkan oleh masyarakat. Sangat mudah dan praktis!

“Khusus sumber berita dari media sosial, kami wajibkan harus dari akun medsos terverifikasi, ada conteng biru, seperti akun resmi Joe Biden dan lain-lain,” ujar Zainal Arifin M Nur yang juga sarjana FTK UIN Ar-Raniry.

Saat ini, dunia maya menjadi sumber informasi bagi “jurnalis hybrid”, baik diambil dari Youtube, Facebook, Twitter, Tiktok dan media sosial lainnya. Tak hanya dapat diambil dari beberapa media sosial, akan tetapi sumber informasi juga dapat diambil dari berbagai kantor media pemberitaan yang kemudian dimodifikasi.

Baca juga: Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 67 Dibuka Jumat Besok! Ini Cara Daftarnya, Insentif Rp 4,2 Juta

Perbedaan yang sangat terlihat jelas antara jurnalis lapangan dan hybrid. Pekerjaan jurnalis lapangan yang harus berbaur dan berinteraksi dengan masyarakat, akan tetapi “jurnalis hybrid” cukup duduk di depan komputer dengan bermodalkan internet, maka ia bisa menjelajahi dan meliput seluruh dunia.

Zainal Arifin mengatakan, Serambi Indonesia adalah salah satu industri media pemberitaan yang juga telah menerapkan “Jurnalis Hybrid” atau jurnalis konten kreatif kurang lebih dari tahun 2017-2018.

Perkembangan yang tidak bisa dihentikan, membuat Serambi melakukan konvergensi media yang lebih berfokus ke online. Jadi, ruang lingkup online ini hampir tidak ada batasan dan habis akan informasi.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved