Kupi Beungoh

Kunci Mualem

upaya mendorong Mualem sebagai calon Gubernur Aceh, membuat PKS secara kualitas mendapatkan ruang yang besar dalam percaturan politik di Aceh

Editor: Muhammad Hadi
FOR SERAMBINEWS.COM
Muhammad Alkaf (Dosen IAIN Langsa) 

Oleh: Muhammad Alkaf*)

Tidak ada berita yang lebih mengejutkan dalam satu minggu ini, kecuali dukungan PKS Provinsi Aceh terhadap Muzakkir Manaf atau Mualem untuk maju sebagai Calon Gubernur Aceh

Paling kurang, dukungan itu, secara politik, dapat kita baca dalam rilis berita, walaupun belum dalam pernyataan resmi secara keorganisasian. 

Tetapi, secara politik, dukungan PKS terhadap Mualem melalui suara Ketua Majelis Syura begitu menggema. 

Sampai-sampai, Makhyaruddin Yusuf menunjukkan wajah sumringahnya, sambil kemudian juga menawarkan posisi Nasir Djamil sebagai Wakil Gubernur untuk Mualem.

Apa yang dilakukan oleh PKS Provinsi Aceh, melalui manuver Makhyaruddin, dapat dipahami sebagai upaya membuat kapal politik PKS di Aceh tidak oleng, walaupun secara kuantitas mengalami penurunan pada Pemilu Legislatif tahun 2024. 

Baca juga: DPW PKS Aceh Resmi Dukung Mualem Sebagai Cagub Aceh

Harapannya, upaya mendorong Mualem sebagai calon Gubernur Aceh, membuat PKS secara kualitas mendapatkan ruang yang besar dalam percaturan politik di Aceh dalam lima tahun mendatang. 

Ruang itulah yang nanti akan menjadi modal politik bagi PKS dalam pertarungan politik pada periode berikutnya.

Upaya demikian berakibat sebaliknya untuk Nasir Djamil. Nasir merupakan politisi kawakan dari PKS

Namanya sudah berkibar sejak tahun 1999 ketika Partai Keadilan belum menjadi Sejahtera. Karir politiknya yang cemerlang membuatnya seperti bintang terang di atas langit politik Aceh. 

Dia terus meniadi prototipe politisi muda yang energik sekaligus menawan. Hasilnya, Nasir Djamil tidak pernah gagal dalam keikutsertaannya dalam pemilihan anggota legislative.  

Namun, hal tersebut sepertinya tidaklah cukup baginya untuk menantang sinar yang lebih terang yang datang dari Mualem

Sinar yang sepertinya ikut membuat Makhyaruddin mengambil langkah cepat membawa Mualem ke Jakarta untuk menjemput restu dari Majelis Syura. 

Baca juga: Usai TM Nurlif, Kini Giliran Ketua Demokrat Aceh Muslim Daftar Cawagub Mualem

Langkah Makhyaruddin itu dapat berakibat redupnya bintang Nasir Djamil.

Namun, PKS bukanlah satu-satunya. Partai Golkar pun harus bersikap yang sama. Daripada didahului oleh partai lain, dengan rasa ikhlas, Golkar menawarkan TM. Nurlif sebagai calon Wakil Gubernur untuk Muzakkir. 

Tidak perlu menunggu lama, Partai Demokrat juga harus membawa Muslim, ketua partainya, untuk dipinang oleh Mualem sebagai wakilnya.

Apa yang ditunjukkan oleh partai-partai politik itu merupakan cara bertahan di tengah turbulensi politik Aceh yang tidak diketahui kapan akan usai. 

Turbulensi ini, jika tidak diatasi, akan membuat partai politik oleng. Cara yang efektif untuk tetap stabil adalah dengan menyandarkan diri kepada Mualem.

Sejauh ini, Mualem dan Partai Aceh memilih tidak memberi respon atas fenomena politik di atas. 

Satu langkah yang bisa kita pahami sebagai bentuk dominannya dia dalam peta politik yang sedang terbangun di Aceh. 

Baca juga: Haji Uma Dinilai Bisa Jadi Saingan Kuat Mualem di Pilkada

Tentu saja, sah belaka jika Mualem bertindak demikian, mengingat tahun 2024 merupakan momentum terbaiknya untuk menjadi Gubernur Aceh setelah sebelumnya gagal.

Namun, permasalahan mulai muncul, tampil di atas sendirian tanpa kompetitor membuat Pilkada Aceh nantinya terasa janggal. 

Agak sulit membayangkan jika Mualem, karena dukungan dan rasa sungkan dari elite politik lainnya, harus melawan kotak kosong ketika Pilkada berlangsung.

Tentu, secara sederhana, anggapan demikian terlalu prematur mengingat segala proses politik bisa saja terjadi dengan mengejutkan. 

Baca juga: Ini Kriteria Calon Wakil Mualem pada Pilkada 2024

Apalagi, sirkulasi kepemimpinan politik di daerah tentulah tidak bisa dilepaskan dari tangan-tangan kuasa di pusat sana. Hal yang pasti juga berlaku untuk Aceh.

Bisa-bisa, karena dukungan tanpa batas yang diberikan oleh partai-partai politik kepada Mualem, membuat tangan-tangan di pusat berkerja untuk menggerakkan semesta.

Lalu, jangan-jangan, kunci yang sudah berada di tangan Mualem, kembali terlepas.

*) PENULIS adalah Dosen IAIN Langsa

KUPI BEUNGOH adalah rubrik opini pembaca Serambinews.com. Setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis.

Baca Artikel KUPI BEUNGOH Lainnya di SINI

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved