Kajian Kitab Kuning

Hadiri Resepsi Pernikahan Orang Tanpa Diundang, Bagaimana Hukumnya Dalam Islam?

Dalam hadits ini juga menjadi petunjuk seandainya pemilik jamuan memberikan izin, boleh tamu yang tidak diundang makan bersama tamu lainnya.

Editor: Agus Ramadhan
Tangkap Layar Youtube SERAMBINEWS
Dewan Pembina DPP Ikatan Sarjana Alumni Dayah (ISAD) Aceh, Tgk Alizar Usman MHum. 

Barangsiapa diundang tidak memenuhinya, maka sungguh ia telah durhaka kepada Allah dan Rasul-Nya, dan barangsiapa menghadiri walimah tanpa diundang maka ia masuk laksana pencuri dan keluar sebagai perampok. (H.R. Abu Daud)

Adapun dalil boleh menghadiri jamuan makan bagi tamu tidak diundang apabila diduga ada kerelaan pemilik jamuan, meskipun kerelaan itu diketahui tidak melalui ucapan antara lain hadits Anas bin Malik mengatakan,

بَعَثَنِي أَبُو طَلْحَةَ إِلَى رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِأَدْعُوَهُ وَقَدْ جَعَلَ طَعَامًا، قَالَ: فَأَقْبَلْتُ وَرَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَعَ النَّاسِ، فَنَظَرَ إِلَيَّ فَاسْتَحْيَيْتُ، فَقُلْتُ: أَجِبْ أَبَا طَلْحَةَ، فَقَالَ لِلنَّاسِ: قُومُوا

Abu Thalhah mengutusku menemui Rasulullah SAW untuk mengundangnya, sesungguhnya Abu Thalhah telah mempersiapkan makanan. Anas mengatakan, maka akupun memenuhinya,

sedangkan Rasulullah SAW bersama sahabat-sahabatnya, beliau memandangku, akupun memberi penghormatan kepadanya. Kemudian aku mengatakan, “Aku memenuhi perintah Abu Thalhah”. Maka Rasulullah memerintahkkan sahabat-sahabatnya “ Bangunlah”. (H.R. Muslim)

Dalam hadits ini, yang diundang hanya Rasulullah SAW, namun karena Rasulullah SAW menduga yang mengundangnya rela diikutsertakan sahabat-sahabatnya, maka beliau memerintahkan sahabat-sahabatnya juga ikut serta.

Berdasarkan pemahaman ini, Imam Muslim menempatkan hadits ini dalam “Bab boleh mengikutsertakan orang lain kerumah orang yang dipercaya ridha yang demikian. (Shahih Muslim: III/1609)

Wallahua’lam bisshawab

 

PEMBAHASAN KAJIAN KITAB KUNING LAINNYA DISINI

----------

*) Salah satu tugas mulia bagi Muslim adalah menjadi penerus risalah kenabian, yakni mensyiarkan Agama Islam dalam berbagai bentuk media.

Serambi Indonesia menyambut baik kerjasama Bidang Dakwah bil Qalam dan Lisan (video) dengan Dewan Pengurus Pusat (DPP) Ikatan Sarjana Alumni Dayah (ISAD) Aceh.

Dakwah melalui tulisan diasuh oleh Tgk Alizar Usman, S.Ag, M.Hum, alumni UIN Ar-Raniry Banda Aceh dan Alumni Dayah Istiqamatuddin Darul Muarrif, Lam Ateuk.

Adapun dakwah melalui visual diisi oleh keluarga besar DPP ISAD Aceh.

Dakwah di media besar melalui Serambi Indonesia jangkauannya lebih luas. Dapat dibaca kapan saja dan di mana saja sehingga konten dakwah bisa didapat lebih fleksibel.

Seluruh Isi dan konten menjadi tanggung jawab para narasumber.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved