Rabu, 10 Juni 2026

Pilkada Aceh 2024

PWI dan Forum Pemred Gandeng 3 Akademisi Kawakan Mencari Sosok Pemimpin Aceh

Ketiganya diundang menjadi narasumber pada Focus Group Discussion (FGD) bertema, “Mencari Sosok Pemimpin Aceh yang Energik, Cerdas, dan Mengerti Akar

Tayang:
Editor: Mursal Ismail
For Serambinews.com
Info kegiatan FGD 

Ketiganya diundang menjadi narasumber pada Focus Group Discussion (FGD) bertema, “Mencari Sosok Pemimpin Aceh yang Energik, Cerdas, dan Mengerti Akar Persoalan.”

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Di tengah makin memanasnya suhu politik menjelang Pilkada 2024, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh bersama Forum Pemred (FP) Aceh menggandeng tiga akdemisi kawakan. 

Ketiganya diundang menjadi narasumber pada Focus Group Discussion (FGD) bertema, “Mencari Sosok Pemimpin Aceh yang Energik, Cerdas, dan Mengerti Akar Persoalan.”

Ketiga narasumber itu adalah Prof Dr Mukhlis Yunus, SE, MS, Prof Dr Husni Jalil, SH, MH, dan Prof Dr Ir Ahmad Humam Hamid, MA. 

Ketua PWI Aceh, Nasir Nurdin didampingi Ketua Forum Pemred (FP) Aceh, Ir H Nurdin Syam kepada wartawan di Banda Aceh mengatakan, kegiatan FGD menjelang pilkada 2024 tersebut dijadwalkan berlangsung di Hermes Palace Hotel, Banda Aceh, besok, Rabu 22 Mei 2024 mulai pukul 09.00 WIB sampai selesai.

Kegiatan itu sendiri didasari pemikiran bahwa pilkada serentak di seluruh Indonesia akan berlangsung pada 27 November 2024.

Di panggung politik tersebut rakyat akan memilihi Gubernur/Wakil Gubernur, Bupati/Wakil Bupati, dan Wali Kota/Wakil Wali Kota.

Ketua PWI Aceh, Nasir Nurdin
Ketua PWI Aceh, Nasir Nurdin (For Serambinews.com  )

Baca juga: Jangan Sampai Pilkada Aceh Lawan Kotak Kosong

Di Aceh, berbagai proses dan tahapan untuk itu terus dipersiapkan oleh KIP dan lembaga pengawas.

Begitu juga partai politik semakin gencar menjaring dan menyaring bakal calon sesuai mekanisme partai.

Sementara itu bagi warga masyarakat yang juga berminat untuk maju sebagai calon gubernur/wakil gubernur, calon bupati/wakil bupati, dan calon wali kota/wakil wali kota namun tak punya “perahu” partai, undang-undang juga memberi ruang maju melalui jalur perseorangan/independen.

Masih pada skala politik lokal (Aceh), ada dinamisasi terhadap munculnya figur-figur yang akan masuk bursa kontestasi Pilkada 2024.

Perkembangan sementara yang mencuat di lapangan atau pembicaraan di ranah publik, nama-nama yang muncul justru tokoh-tokoh yang sudah pernah menikmati empuknya kekuasaan di semua tingkatan atau tokoh-tokoh yang sudah pernah maju tapi gagal, dan kini maju lagi.

Sempat muncul penilaian Aceh itu seperti krisis kader pemimpin. Kalau pun banyak yang mendaftar sebagai bacalon kepala daerah (di level provinsi), lebih suka pada posisi ban serap, termasuk kader-kader dari partai politik nasional.

Baca juga: Pilkada Aceh tanpa Cagub Independen 10 Kabupaten/Kota juga Nihil

"Fenomena ini perlu disikapi, apakah karena tidak percaya diri atau sudah bisa membaca sumbu politik ke depan dipegang oleh siapa sehingga mengambil posisi aman, meski rakyat mengharap langkah berbeda,” kata Ketua PWI Aceh, Nasir Nurdin.

Fenomena lain yang muncul adalah banyaknya pendatang baru (umumnya yang masih muda dan energik) seperti tak mampu melawan tokoh tua yang kembali naik panggung.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved