Berita Lhokseumawe
Konsultan Hukum Kritik Keras Rencana Pemotongan Gaji Tapera, Ini Alasannya
Pemerintah tidak seharusnya memaksakan potongan gaji untuk tujuan yang tidak semua pekerja butuhkan
Penulis: Jafaruddin | Editor: Muhammad Hadi
Salah satu poin utama kritik Dr Bukhari adalah ketidakcukupan dana Tapera untuk memenuhi kebutuhan perumahan dalam jangka pendek.
"Hasil pemotongan melalui Tapera tidak mencukupi kecuali ditabung sampai 100 tahun.
Ini jelas tidak realistis dan hanya akan menjadi beban tambahan bagi pekerja tanpa memberikan manfaat yang signifikan dalam waktu yang wajar."
Ia menegaskan perlunya kajian ulang terhadap kebijakan pemotongan gaji untuk Tapera.
Ia mendesak pemerintah untuk mempertimbangkan kembali kebijakan ini dan mencari solusi yang lebih adil dan relevan dengan kebutuhan individu pekerja.
"Pemerintah harus mendengar suara masyarakat dan tidak memaksakan kebijakan yang justru menambah beban finansial bagi para pekerja," tutupnya.(*)
Baca juga: Kisah Petani Pidie Naik Haji, Dulu Daftarkan 4 Orangtua,Kini Naik Haji Menuntun Ibu Berusia 90 Tahun
| Harga Emas di Lhokseumawe Hari Ini 27 April 2026 Stagnan, Berikut Rincian Harganya |
|
|---|
| UKM KSM Creative Minority Unimal Gelar Pra-Diklat, 58 Peserta Siap Lanjut Diklat Muda XII |
|
|---|
| Diduga Hendak Balap Liar, 11 Sepmor Diamankan Tim Star Reborn Polres Lhokseumawe |
|
|---|
| Warga Sumut Ditangkap Usai Curi Tas Jamaah Shalat Ashar |
|
|---|
| Pria Asal Sumut Curi Kotak Amal dan Barang Jamaah Masjid di Lhokseumawe, Aksinya Terekam CCTV |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Dr-Bukhari-MH-CM.jpg)