Berita Lhokseumawe
Konsultan Hukum Kritik Keras Rencana Pemotongan Gaji Tapera, Ini Alasannya
Pemerintah tidak seharusnya memaksakan potongan gaji untuk tujuan yang tidak semua pekerja butuhkan
Penulis: Jafaruddin | Editor: Muhammad Hadi
Salah satu poin utama kritik Dr Bukhari adalah ketidakcukupan dana Tapera untuk memenuhi kebutuhan perumahan dalam jangka pendek.
"Hasil pemotongan melalui Tapera tidak mencukupi kecuali ditabung sampai 100 tahun.
Ini jelas tidak realistis dan hanya akan menjadi beban tambahan bagi pekerja tanpa memberikan manfaat yang signifikan dalam waktu yang wajar."
Ia menegaskan perlunya kajian ulang terhadap kebijakan pemotongan gaji untuk Tapera.
Ia mendesak pemerintah untuk mempertimbangkan kembali kebijakan ini dan mencari solusi yang lebih adil dan relevan dengan kebutuhan individu pekerja.
"Pemerintah harus mendengar suara masyarakat dan tidak memaksakan kebijakan yang justru menambah beban finansial bagi para pekerja," tutupnya.(*)
Baca juga: Kisah Petani Pidie Naik Haji, Dulu Daftarkan 4 Orangtua,Kini Naik Haji Menuntun Ibu Berusia 90 Tahun
| Mahasiswa FT UNIKI Studi Lapangan Ke PT Pelindo Lhokseumawe |
|
|---|
| Forum Humas Perguruan Tinggi Aceh Terbentuk, Hatta Ketua, Kemal Fasya Wakil |
|
|---|
| PBSI Lhokseumawe Berangkatkan 10 Atlet Menuju Ajang Pra PORA |
|
|---|
| PNL Teken MoU Internasional dengan Kampus Tiongkok, Perkuat Internasionalisasi Pendidikan Vokasi |
|
|---|
| Revisi UUPA Prioritaskan Perpanjangan Otsus, HMI Usulkan Pembentukan Badan Khusus Pengawasan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Dr-Bukhari-MH-CM.jpg)