Kupi Beungoh
Strategi Nasional Kecerdasan Buatan : Percepatan Inovasi Menuju Indonesia 2045
Kecerdasan Buatan (AI) atau kecerdasan buatan akhir-akhir ini sedang menjadi topik yang sedang hangat dibicarakan.
Oleh Cut Alfi
Kecerdasan Buatan (AI) atau kecerdasan buatan akhir-akhir ini sedang menjadi topik yang sedang hangat dibicarakan.
AI dikatakan akan menjadi kekuatan baru yang tidak hanya dapat mempermudah kehidupan sehari-hari, tetapi juga membuka peluang yang belum pernah ada sebelumnya.
Kecerdasan Buatan (AI) adalah sebuah inovasi teknologi yang dikembangkan pada mesin.
AI disebut demikian karena pada dasarnya meniru kecerdasan alami (baik oleh manusia maupun hewan), namun dijalankan oleh mesin.
Kemampuan AI termasuk berpikir dan memahami untuk menyelesaikan masalah yang telah ditentukan sebelumnya.
Banyak yang mengasosiasikan AI dengan karakter robot dalam film-film fiksi ilmiah.
Meskipun demikian, implementasi AI sebenarnya lebih sederhana daripada gambaran tersebut.
Bahkan sebagian besar masyarakat telah menggunakan AI dalam kehidupan sehari-hari. Salah satunya adalah mesin pencari.
Semua informasi yang muncul di mesin pencari adalah hasil pengumpulan data oleh AI dari seluruh pengguna internet.
Saat ini, meskipun AI masih melakukan tugas-tugas yang dianggap sepele bagi manusia, seperti mengenali gambar atau memahami kalimat tertentu, namun penelitian AI terus berkembang pesat.
Kemungkinan besar, di masa depan akan ada robot AI yang mirip dengan yang ada dalam film-film fiksi ilmiah.
Bangsa yang berjaya adalah bangsa yang menguasai kecerdasan buatan (AI).
Dr Hammam Riza menegaskan bahwa kecerdasan buatan merupakan kekuatan baru yang signifikan.
Banyak yang meyakini bahwa siapa pun yang menjadi pemimpin dalam bidang kecerdasan buatan pada tahun 2030, akan menjadi pemimpin dunia hingga tahun 2100.
Kemudahan Tanpa Tantangan, Jalan Sunyi Menuju Kemunduran Bangsa |
![]() |
---|
Memaknai Kurikulum Cinta dalam Proses Pembelajaran di MTs Harapan Bangsa Aceh Barat |
![]() |
---|
Haul Ke-1 Tu Sop Jeunieb - Warisan Keberanian, Keterbukaan, dan Cinta tak Henti pada Aceh |
![]() |
---|
Bank Syariah Lebih Mahal: Salah Akad atau Salah Praktik? |
![]() |
---|
Ketika Guru Besar Kedokteran Bersatu untuk Indonesia Sehat |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.