Kajian Islam
Apa Hukum Berhubungan Suami Istri di Hari Tasyrik? Begini Penjelasan Buya Yahya
Puasa di hari tasyrik dilarang, lantas bagaimana dengan hukum berhungan suami istri di hari tasyrik?
Penulis: Firdha Ustin | Editor: Amirullah
Apa Hukum Berhubungan Suami Istri di Hari Tasyrik? Begini Penjelasan Buya Yahya
SERAMBINEWS.COM - Pendakwah Buya Yahya memberikan penjelasan soal pertanyaan 'bolehkah berhubungan suami istri di hari tasyrik?'
Hari tasyrik adalah tiga hari setelah perayaan Idul Adha. Di hari ini umat Muslim dilarang puasa. Lalu muncul pertanyaan, bagaimana hukum berhubungan suami istri di hari tasyrik?
Dilansir dari laman Kementerian Agama Bali, hari tasyrik berlangsung selama tiga hari setelah hari Idul Adha, yaitu tanggal 11, 12 dan 13 Dzulhijjah.
Dinamakan tasyrik karena di hari-hari tersebut daging-daging kurban didendeng (dijemur di bawah terik matahari).
Pada hari tasyrik ini, para jemaah haji sedang berada di Mina untuk melempar jumrah.
Sementara itu, umat Islam yang tidak sedang menjalankan ibadah haji dilarang berpuasa pada hari tasyrik.
Baca juga: Banyak dapat Daging Kurban Saat Idul Adha, Bolehkah Kita Menjualnya? Ini Kata Buya Yahya
Beberapa amalan yang dikerjakan pada hari tasyrik berupa menyembelih hewan kurban, menikmati hidangan makan dan minum, tidak berpuasa, berzikir, mengumandangkan takbir dan berdoa.
Hukum Berhubungan Suami Istri di Hari Tasyrik
Puasa di hari tasyrik dilarang, lantas bagaimana dengan hukum berhungan suami istri di hari tasyrik?
Meskipun ada larangan berpuasa pada hari tasyrik, berhubungan suami istri tetap diperbolehkan dalam Islam.
Hal tersebut dibenarkan oleh Buya Yahya dalam ceramahnya, hanya saja menurut Buya dengan syarat kedua belah pihak merasa nyaman dan sesuai syariat.
Buya mengatakan berhubungan suami istri bagi pasangan suami istri di hari tasyrik adalah halal. Hal ini juga berlaku pada malam takbiran atau hari lebaran.
Awalnya Buya Yahya memberikan penjelasan terkait keyakinan ataupun pendapat yang mengatakan tidak boleh berhubungan suami istri pada saat Hari Raya.
Adapun keyakinan tersebut adalah tidak benar.
Baca juga: Ingat! Tukang Jagal/Panitia Kurban Tak Boleh Diupah Pakai Daging Kurban, Buya Yahya Ungkap Alasannya
"Ada keyakinan saya pernah mendengar kalau Hari Raya nggak boleh berhubungan suami isteri, nggak ada hubungannya," ujar Buya dikutip Serambinews.com dari kanal YouTube Al-Bahjah TV Selasa (18/6/2024),
| Buya Yahya Bongkar Mitos Kurban yang Sudah Lama Dipercaya, Ternyata Kambing Betina Tetap Sah |
|
|---|
| Buya Yahya Ungkap Keistimewaan 10 Hari Awal Dzulhijjah, Puasa Arafah Bisa Hapus Dosa 2 Tahun |
|
|---|
| Dosakah Jika Melakukan Sterilisasi? Buya Yahya Jelaskan Hukum Vasektomi hingga KB dalam Islam |
|
|---|
| Menikah Tanpa Restu Orang Tua, Apa Hukumnya? Ini Penjelasan Buya Yahya |
|
|---|
| Jangan Lewatkan 5 Amalan Hari Jumat, UAH Sebut Ada Waktu Doa Pasti Dikabulkan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Buya-Yahya-menjelaskan-soal-hukum-kurban-patungan.jpg)