Opini

Antara Euro dan Pilkada 2024

Dengan demikian, sebagai publik, kita hanya bisa mengatakan, mari hormati siapa pun pemenang Pilkada 2024

Editor: mufti
SERAMBINEWS/FOR SERAMBINEWS.COM
Feri Irawan SSi MPd, kepala SMKN 1 Jeunieb dan Ketua IGI Daerah Bireuen 

Feri Irawan SSi MPd, Kepala SMKN 1 Jeunieb

BAIK Piala Eropa dan Pilkada, keduanya menyimpan seni yang luar biasa. Piala Eropa dan Pilkada sama-sama memperlihatkan pertarungan seni dalam memperebutkan status pemenang dan juara. Kedua ajang ini, pesertanya harus memiliki mental juara.

Pengalaman sebelumnya, negara dianggap lemah di pentas Piala Eropa, nyatanya bisa bertahan hingga di empat besar. Sebagai contoh, Jerman adalah tim favorit. Skuad mereka megah, individu mereka brilian. Main mereka cantik. Namun Piala Eropa bukanlah tentang siapa yang paling cantik, siapa yang paling indah. Turnamen ini adalah siapa yang paling cerdik. Siapa yang punya banyak akal.

Piala Eropa itu jadi penegasan tentang betapa bola itu bundar. Tak ada yang dapat memprediksi hasil akhir siapa pemenangnya secara pasti. Tak peduli reputasi, tak peduli rangking. Begitu peluit tanda dimulainya pertandingan dibunyikan, dari sana segala prediksi itu sebatas mungkin saja.

Berkaca Piala Eropa 2020, Portugal mengikuti ajang ini dengan membawa embel-embel juara bertahan di edisi sebelumnya yang digelar pada tahun 2016 lalu. Timnas Portugal asuhan Fernando Santos memang pantas diunggulkan. Selain karena status mereka sebagai juara bertahan, Seleccao das Quinas juga dihuni pemain-pemain jempolan. Sayangnya, perjalanan mereka hanya sampai di babak 16 besar saja.

Padahal, Portugal di Euro 2020 memiliki materi tim yang lebih baik dibandingkan Portugal yang jadi juara Euro 2016. Portugal tidak hanya mengandalkan Cristiano Ronaldo, tapi juga punya gelandang berkualitas seperti Bruno Fernandes, Bernardo Silva, Joao Moutinho dan Ruben Neves. Sementara para penyerang seperti Andre Silva, Joao Felix dan Diogo Jota juga masuk skuad.

Belum lagi hasil pertandingan mengejutkan lainnya. Timnas Prancis memasuki Euro 2020 dengan status sebagai juara Piala Dunia 2018. Les Blues jadi salah satu tim unggulan selain Portugal dalam turnamen ini. Alasannya, tim asuhan Didier Deschamps saat itu diperkuat banyak pemain berkualitas di skuadnya. Sebut saja Paul Pogba, N'Golo Kante, Raphael Varane, Antoine Griezmann, hingga Kylian Mbappe. Namun Prancis harus menerima kenyataan pahit tersingkir pada babak 16 besar Euro 2020.

Teranyar, kejutan datang saat Timnas Belgia di luar dugaan kalah atas Slovakia pada laga perdana Grup E Euro 2024. Bermain di Frankfurt Arena, Senin (17/6/20204) malam WIB, tim asuhan Tedesco menyerah 0-1. Padahal Belgia adalah tim nasional yang telah menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

Mereka mencapai semifinal Piala Dunia 2018 dan finis di tempat ketiga. Dengan pemain-pemain bintang seperti Kevin De Bruyne dan Romelu Lukaku, Belgia memiliki skuad yang kuat dan berpengalaman. Kejutan lainnya, Ukraina yang lebih diunggulkan babak belur dihajar Rumania 0-3.

Sepakbola bukan sekadar kepiawaian menggiring bola, tetapi tujuan utamanya adalah mencetak gol. Dari sana dibutuhkan taktik dan strategi dalam mengatur ritme permainan. Bukti sahih di Piala Dunia 2022 ada Maroko yang tak diunggulkan, tapi karena taktik dan strategis serta mental bermain cukup bagus, mampu melangkah ke semifinal.
Begitu pun di Pilkada. Jangan pernah anggap remeh siapa pun yang kita anggap lemah dari satu sisi. Karena kemungkinan-kemungkinan peran yang dimainkan, justru bisa keluar sebagai pemenang. Itu karena Ia memiliki etos, semangat yang kuat, dan yang paling penting memiliki mental juara.

Strategi dan taktik

Dalam pertarungan Pilkada, kemenangan bukan hanya mengandalkan modal yang banyak, tapi para kontestan membutuhkan strategi dan taktik meraih simpati publik untuk memantaskan diri meraih kemenangan. Pemenang dalam Pilkada, tak melihat latar belakang sosial. Selama mampu memainkan peran politiknya dengan baik, maka dialah pemenangnya. Tak berlebihan, jika aktor politik mengambil pelajaran pada apa yang tersaji di pentas Piala Eropa 2024.

Di Pilkada ada adu strategi, taktik dan seni bermain, mentalitas dan kekompakan antar lini. Memenangkan Pilkada tidak bisa dikerjakan sendiri tetapi membutuhkan kerja tim. Dari sepakbola kita belajar tentang etos kerja, semangat, optimistis, bekerja sama, dan berkorban fisik serta pantang putus asa.

Seperti seorang pemain sepak bola yang memasuki lapangan dengan strategi yang matang, kandidat Pilkada juga memasuki panggung politik dengan pertimbangan yang cermat terhadap iklim politik di sekitarnya.

Pemain sepak bola mengamati lawan mereka, memprediksi gerakan, dan menyesuaikan strategi untuk mencapai kemenangan. Demikian pula sang kontestan Pilkada memantau opini publik, mengukur dukungan politik, dan menyusun strategi untuk mencapai keberhasilan untuk mendapatkan dukungan dan posisi politik yang dirancang.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved