Berita Sabang
Cengkeh, Rempah Pendongkrak Ekonomi Masyarakat Sabang Sejak Masa Lampau
Selain cengkeh, ada juga tanaman lada, merica, pinang dan pala yang merupakan pendongkrak ekonomi sektor pertanian di Sabang.
Penulis: Aulia Prasetya | Editor: Mursal Ismail
Selain cengkeh, ada juga tanaman lada, merica, pinang dan pala yang merupakan pendongkrak ekonomi sektor pertanian di Sabang.
Laporan Aulia Prasetya | Sabang
SERAMBINEWS.COM, SABANG - Masa lampau Sabang memang terkenal dengan perdagangan rempah dunia.
Cengkeh menjadi salah satu komoditi utama di Kota Sabang yang telah mewarnai perdagangan rempah pada masa dulu.
Selain cengkeh, ada juga tanaman lada, merica, pinang dan pala yang merupakan pendongkrak ekonomi sektor pertanian di Sabang.
Pj Wali Kota Sabang, Reza Fahlevi, menyampaikan hal ini dalam sambutannya di depan peserta Muhibah Budaya Jalur Rempah 2024 di Sabang, Minggu (23/6/2024)
"Jadi cengkeh dan juga rempah-rempah lain, merupakan komoditi utama di Kota Sabang yang telah mewarnai perdagangan rempah pada masanya dulu,” kata Reza Fahlevi.
Aktivitas di masa itu, lanjut dia, kapal-kapal internasional itu banyak membeli air, mengisi bahan bakar di Pulau Sabang.
Baca juga: KIP Luncurkan Tahapan Pilkada 2024 di Taman Sabang Fair
Hal itu karena adanya pertemuan jalur internasional Selat Malaka dan lokasi itu berseberangan dengan Pulau Sabang. Semua kapal-kapal yang melintas itu pasti singgah di Sabang
“Apabila kita flashback ke masa lalu, Kota Sabang memiliki sejarah yang erat dengan jalur rempah.
Sabang pernah menjadi salah satu pelabuhan penting di jalur rempah yang menghubungkan Indonesia dengan Eropa dan Asia, Sabang juga pernah menjadi pusat karantina Haji tempat persinggahan kapal-kapal dari berbagai negara untuk mengisi bahan bakar untuk mengisi air untuk berdagang dan juga docking," ujarnya.
“Dan hari ini Dermaga CT1 ini yang berada di teluk Sabang merupakan saksi sejarah atas kejayaan Kota Sabang di masa lalu,”Sambung Reza.
Reza juga menjelaskan selain sektor perdagangan, Sabang juga menjadi tempat peradaban pertukaran budaya dan tradisi dari berbagai bangsa.
“Jadi tidak heran kalau kita lihat hari ini Kota Sabang ini sangat heterogen, berbagai suku bangsa ada di sini,” jelas Reza.
Baca juga: Satreskrim Polres Nagan Raya Ringkus Pelaku Curanmor Asal Sumut, Diciduk 1x24 Jam di Banda Aceh
Ia juga mengucapakan selamat datang kepada para peserta Muhibah Budaya Jalur Rempah di Kota Sabang
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.