Kupi Beungoh
Aku Bertuhan, Maka Bertahan
Apabila mendapat anugerah sakit, kita tidak boleh berdiam diri tanpa usaha untuk sembuh, tetapi kita dituntut untuk ikhtiar semaksimal mungkin.
Memulai tugas kembali dengan bertongkat dan disopiri istri merupakan keseharian yang dijaani sebagai penyuluh agama Islam di KUA Bandar Dua (2021), di KUA Mereudu (2022) hingga mutasi ke KUA Sakti Pidie (2023-Sekarang),
Mengasuh Kelas Pengajian malam hari di Dayah Mudi Mesra, dan membangun interaksi di media sosial untuk mengisi aktifitas yang terkendala gerak fisik.
Terlepas dari itu semua, langkah utama pemulihan adalah membangun semangat untuk sembuh dan meyakini bahwa ada cahaya di balik gelapnya malam dan mayakini Allah yang memberi sakit dan Allahlah sang penyembuh.
Setiap manusia pasti pernah sakit, Ketika sakit badan akan merasakan tidak nyaman bahkan harus menahan rasa sakit yang membuat tidak dapat beraktivitas, harus beristirahat total untuk menjalani pengobatan secara intensif.
Saat mendapat anugerah sakit tak selamanya harus disesali, karena terkadang dengan sakit kerap kali mendatangkan beberapa hikmah.
Allah menciptakan sakit agar bisa merasakan nikmat sehat, makan dengan leluasa dan dapat beraktivitas serta beribadah dengan baik.
Insya Allah sakit dapat menyucikan dosa, menutupi kesalahan, dan mengangkat derajat.
Dalam sebuah hadist Rasulullah berpesan “Tidaklah seorang muslim tertimpa suatu penyakit dan sejenisnya, melainkan Allah akan menggugurkan bersamanya dosa- dosanya seperti pohon yang menggugurkan daun- daunnya”.(HR. Bukhari-Muslim).
Sehat dan sakit merupakan karunia Allah tak ada kekuatan yang bisa menghalanginya.
Apabila mendapat anugerah sakit, kita tidak boleh berdiam diri tanpa usaha untuk sembuh, tetapi kita dituntut untuk ikhtiar semaksimal mungkin.
Adapun hasilnya tetap merupakan ketentuan Allah.
Ikhtiar untuk sembuh l harus disertai semangat, kesabaran dan keyakinan untuk sehat kembali.
Hal itu akan mempermudah dalam menjalani pengobatan, baik secara medis ataupun alternatif tak lupa harus diiringi dengan ibadah sesuai kondisi serta memanjatkan doa kepada Allah.
Ikhtiar tersebut sangat dianjurkan dalam Islam untuk membantu kesembuhan, Akhirnya dengan meyakini segala sesuatu atas kehendak tuhan Allah, maka membuat kita mampu bertahan dan tidak putus asa.
Akhirnya saya sadar, mampu bertahan menjalani hari dengan ketidaknormalan di usia muda semata-matakarena saya yakin akan Allah, Tuhan Sang-Maha segalanya. (*)
*) PENULIS adalah Ketua PD IPARI Pidie dan Pengurus DPP ISAD Aceh
KUPI BEUNGOH adalah rubrik opini pembaca Serambinews.com. Setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis.
Artikel KUPI BEUNGOH lainnya baca DI SINI
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Tgk-Mukhlisuddin-Ketua-PD-IPARI-Pidie-dan-Pengurus-DPP-ISAD-Aceh.jpg)