Sabtu, 9 Mei 2026

Kupi Beungoh

Merawat Jaringan: Satu Malam Bersama Diaspora Aceh dan Turkiye di Malaysia

Ekspatriat Aceh yang bekerja secara profesional di Malaysia merupakan salah satu elemen yang sering dilupakan ketika menyebutkan diaspora Aceh.

Tayang:
Editor: Zaenal
SERAMBINEWS.COM/HANDOVER
Penulis, Fahmi M Nasir (kiri) bersama akademisi asal Turkiye Dr. Mehmet Ozay (dua dari kiri) dalam pertemuan kecil keluarga ekspatriat Aceh, di Taman Harmonis, Gombak, Malaysia, Sabtu (27/7/2024) malam. 

Kenapa mereka semua setuju? Mungkin saja rekan-rekan tersebut sedang sibuk dengan pekerjaan masing-masing, sehingga tidak mau menambah pekerjaan untuk berdebat dengan hal-hal yang tidak penting.

Bisa jadi juga mereka sudah kelelahan mengetik pesan di berbagai grup WhatsApp yang lain, sehingga jari-jari mereka telah kebas dan minta waktu untuk beristirahat.

Apapun penyebab mereka menyetujui untuk berjumpa di rumah sewa kami, biarlah menjadi rahasia masing-masing rekan tersebut.

Sabtu malam itu, secara kebetulan kesemua rekan-rekan tersebut datang pada waktu bersamaan.

Ketika berada di depan pintu rumah kami, salah seorang rekan tersebut menelepon untuk memberitahukan kedatangan mereka.

Saya pun segera membukakan pintu dan mempersilahkan ketiga keluarga itu masuk ke rumah.

Kemudian kami mempersilahkan rekan-rekan untuk bersama-sama makan malam dengan menu sederhana yang sempat disediakan oleh isteri saya.

Sambil menikmati makan malam, kami pun larut berbincang panjang lebar dengan berbagai topik mulai dari nostalgia, kegiatan sehari-hari, perkembangan anak-anak kami, sampai dengan beragam isu-isu hangat baik yang sedang terjadi di Malaysia ataupun di Aceh, daerah kita tercinta.

Kami sangat beruntung didatangi oleh ketiga keluarga yang telah kami kenal sejak lama itu.

Mereka semua adalah keluarga yang hebat dalam bidang pilihan mereka masing-masing.

Baca juga: Haul Ke-10 Tok Ku Paloh Terengganu, Sosok Abu Sibreh dan Reputasi Ulama Aceh di Malaysia

Siapa saja ketiga keluarga ini?

Pertama adalah keluarga kawan isteri saya yang mengajak kami berjumpa.

Dia adalah Dr. Nia Deliana yang datang bersama suaminya Dr. Mehmet Ozay dan kedua anaknya.

Kedua, keluarga Dr. Zeldy Suryadi yang datang bersama dengan kedua anaknya.

Kebetulan isterinya, Dr. Dini Oktarina Dwi Handayani tidak dapat bergabung karena ada kegiatan di tempat lain.

Keluarga yang ketiga pula adalah Muammar Khadafi yang datang bersama isterinya Ita Safarela dan ketiga anaknya.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved