Kesehatan

Sudah Berhenti KB Suntik Selama 3 Tahun Tapi Kok Belum Bisa Hamil? dr Boyke Justru Anjurkan Hal Ini

Metode dari KB suntik adalah dengan menyuntikkan cairan yang berupa hormon progesteron yang diberikan secara periodik kapada seorang wanita.

Penulis: Firdha Ustin | Editor: Muhammad Hadi
YouTube Kacamata dr Boyke.
Pakar seksolog dr Boyke Dian Nugraha menjelaskan soal KB Suntik untuk wanita. 

Lantas, apa yang terjadi jika sudah tiga tahun tidak melakukan KB Suntik namun belum juga hamil?

Terkait hal ini, dr Boyke menyebut bisa saja kondisi sang ibu pada saat melakukan KB suntik kesuburannya pas-pasan. "Sehingga ketika disuntikkan hormon anti subur maka ketisaksuburannya semakin jadi deh," sambungnya.

Oleh karena itu, jika ibu mengalami susah hamil padahal sudah lama tidak KB Suntik, dianjurkan segera datang ke dokter kandungan dan mintalah agar disuburkan kembali sehingga mudah terjadi kehamilan. 

"Kembali ke dokter kandungan dan minta disuburkan kembali biasanya dokter akan melakukan terapi-terapi ngecek hormon, menormalkan kembali siklusnya dan yang terpenting adalah melihat apakah telurnya sudah baik atau tidak," pungkas dr Boyke

Masih melansir dari laman yang sama, KB suntik merupakan jenis kontrasepsi yang banyak dipilih oleh masyarakat daripada jenis kontrasepsi lainnya.

Namun ada baiknya juga bila kita mengetahui beberapa efek samping yang bisa ditimbulkan dengan penggunaan kontrasepsi ini. Di antaranya adalah :

1. Timbulnya Gangguan Menstruasi

Sebelum memutuskan untuk memilih menggunakan kontrasepsi KB suntik, sebaiknya mengetahui bahwa efek samping KB suntik ini bisa berdampak pada proses menstruasi seperti :

a. Terjadinya perubahan siklus menstruasi, yaitu bisa lebih panjang maupun lebih pendek, seperti penggunaan jenis obat analgesik.

b. Pada saat menstruasi, darah yang dikeluarkan bisa terlalu banyak, maupun sedikit. Terkadang hanya timbul bercak-bercak saja (spotling).

c. Tidak mengalami haid sama sekali.

2. Kurang Efektif

Seseorang yang memutuskan untuk melakukan kontrasepsi KB suntik harus sering bolak-balik ke pusat pelayanan kesehatan guna melakukan penyuntikan ulang setelah jangka waktu perlindungan dari hormon progesteron tersebut habis.

Misalnya saja mereka yang memutuskan untuk ber-KB suntik 3 bulan, maka tiap 3 bulan sekali ia harus mendapatkan suntikan lagi.

Begitu juga dengan KB suntik 1 bulan, maka setiap bulan ia harus mendapatkan suntikan ulang hormon progesteron kembali.

Selain itu, penggunaan kontrasepsi ini tidak dapat dihentikan sewaktu-waktu sesuka hati. Pengguna kontrasepsi ini harus menunggu hingga masa efektif hormon habis.

3. Timbulnya Masalah Berat Badan

Bagi para wanita yang pada dasarnya memiliki badan gemuk, sebaiknya berhati-hati dengan jenis kontrasepsi ini.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved