Konflik Palestina vs Israel

Kabinet Kementerian Israel Rapat Terus-terusan, Bersiap Hadapi Serangan Dahsyat Lebanon dan Iran

Kabinet Kementerian Keamanan (Kemenhan) Israel rapat terus-terusan dalam beberapa hari terakhir, persiapan hadapi serangan dahsyat Lebanon dan Iran.

Penulis: Sara Masroni | Editor: Muhammad Hadi
Shachar Yurman/Kementerian Pertahanan Israel
Menteri Pertahanan Yoav Gallant rapat dengan pejabat militer dan pertahanan di ruang komando Divisi Operasi di Markas Besar IDF di Tel Aviv, Kamis (8/8/2024). 

“Amerika Serikat telah mengirim pesan yang jelas kepada Iran. risiko eskalasi besar jika mereka melakukan serangan balasan yang signifikan terhadap Israel sangat tinggi,” kata seorang pejabat AS yang tidak disebutkan namanya dalam laporan tersebut.

Teheran telah diberi tahu "bahwa ada risiko serius yang akan berdampak pada ekonomi Iran dan stabilitas pemerintahan yang baru terpilih jika negara itu terus menempuh jalan itu," pejabat itu menambahkan.

Peringatan itu tidak dimaksudkan untuk mengkomunikasikan bahwa AS akan menyerang Iran secara langsung sebagaimana laporan Journal mengutip pejabat Amerika.

Republik Islam dilaporkan ragu-ragu apakah akan melancarkan serangan. Tetapi pada Rabu kemarin, CNN melaporkan pejabat Israel menilai Hizbullah mungkin menyerang Israel dalam beberapa hari mendatang, terlepas dari Iran sendiri.

Israel telah menyampaikan kepada Hizbullah dan Iran bahwa setiap serangan terhadap warga sipil di Israel akan melewati batas merah dan mengakibatkan respons yang tidak proporsional, menurut Channel 12.

Jaringan yang sama melaporkan pada Kamis kemarin bahwa Israel telah bersiap tidak hanya untuk melawan roket dan rudal, tetapi juga untuk mencegah penetrasi lintas perbatasan melalui darat atau laut.

Israel Siapkan Dokumen ke Diplomatnya Seluruh Dunia

Sementara diberitakan sebelumnya, Israel menyiapkan dokumen sebagai dasar ke diplomatnya seluruh dunia, bahan respon bila Iran dan Lebanon menyerang.

Dilansir dari Times of Israel pada Kamis (8/8/2024), Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Israel telah mendistribusikan dokumen kepada para duta besarnya di seluruh dunia.

Dokumen itu nantinya sebagai dasar yang digunakan untuk mempersiapkan kemungkinan tanggapan Israel bila mendapat serangan besar-besar negara Islam.

Menurut berita Channel 12, teks tersebut dirumuskan pada beberapa pertemuan yang melibatkan Menteri Luar Negeri Israel Katz dan pejabat senior lainnya.

Intinya, menjelaskan bahwa Israel tidak akan membiarkan serangan Iran atau Hizbullah tidak dibalas.

Dokumen tersebut sengaja dibuat untuk menggambarkan Iran sebagai “kepala ular” dan penyebab utama ketidakstabilan regional.

"Meskipun Israel selalu lebih memilih solusi diplomatik, Israel tetap bertekad untuk melindungi warganya dengan cara apa pun," demikian perintah yang ditekankan kepada para diplomat Israel yang bertugas di luar negeri.

"Bertindak sebagaimana negara yang bertanggung jawab, demokratis, dan taat hukum akan bertindak dalam situasi yang sama," sambungnya.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved