Opini

Megathrust dari Kacamata Iman

Sejarah gempa bumi sebenarnya jauh lebih tua dari sejarah umat manusia itu sendiri. Jauh sebelum manusia dihadirkan Allah di muka bumi, bumi ini terus

Editor: mufti
IST
Ir Faizal Adriansyah MSi, Widyaiswara Ahli Utama LAN RI dan Mantan Ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) Aceh 

Gempa saat ini terjadi karena stabilitas tekanan lempeng satu sama lain terganggu. Sebagai contoh ketika ada sebuah meja yang di atasnya penuh dengan benda seperti gelas, piring, buku dll, ketika meja tersebut tidak ada yang mendorong maka benda di atasnya aman saja. Namun ketika meja tersebut didorong bergeser maka benda di atasnya bergerak, bahkan bisa berjatuhan tergantung kekuatan dorongan terhadap meja tersebut.

Begitulah gempa, saat stabil lempeng-lempeng bumi maka tidak akan ada getaran, namun suatu saat tekanan lempeng satu sama lain bisa saja membuat salah satu lempeng melemah hingga terdorong, maka terjadilah gempa. Para ahli sudah dapat memetakan dimana saja titik pertemuan lempeng-lempeng tersebut, tempat pertemuan lempeng ini diwaspadai sebagai daerah yang rawan terjadinya gempa. Daerah pertemuan lempeng tersebut disebut Cincin Api atau ring of fire, dan salah satunya adalah kepulauan Indonesia.

Posisi Kepulauan Indonesia menjadi kompleks dan rumit karena dijepit oleh 3 lempeng besar dunia yaitu Lempeng Eurasia bergerak 0-3 cm per tahun, kemudian Lempeng Pasifik bergerak 10 cm per tahun dan Lempeng Indo-Australia bergerak 5-7 cm per tahun.

Tempat pertemuan lempeng inilah yang menjadi sumber gempa besar. Untuk Indonesia ada 2 Megathrust yang perlu diwaspadai yaitu Megathrust Selat Sunda dan Megathrust Mentawai-Siberut, karena menurut para ahli kedua segmen tersebut sudah lama dipantau tidak melepaskan energi dan ini mengkhawatirkan kalau suatu saat energinya lepas dalam bentuk gempa maka diperkirakan gempanya akan besar dan dapat menimbulkan tsunami yang dahsyat.

Bagaimana kita menyikapi informasi ini? Dari sisi sains ini adalah prediksi yang bisa saja terjadi hanya waktunya tidak bisa diketahui. Ada yang mengatakan bertanya kapan gempa sama dengan bertanya kapan kita mati? Karena sama-sama tidak diketahui.

Dari sisi iman kita harus yakin semua yang terjadi di alam ini atas kendali Allah, maka perbanyak ibadah, melakukan amal shaleh, menjauhi dosa dan maksiat adalah bagian dari usaha kita untuk mendapatkan pertolongan Allah. Gempa adalah makhluk Allah maka gempa di bawah kendali Allah, bisa saja energi gempa lepas tapi tidak menimbulkan bencana, semua atas kuasa Allah SWT.  

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved