Kupi Beungoh
Bustami - Tu Sop, Bukan 'Kotak Kosong'?
Dengan gerak cepat Om Bus langsung meminang Tu Sop, melalui "Jak Bak Gure", atau ulama sepuh di Aceh yang notabene sebagai "guru" Tu Sop.
*) Oleh: Burhanuddin Alkhairy
KEMUNCULAN pasangan Bustami - Tu Sop, sebagai pasangan pemilukada di Aceh ikut mewarnai literasi dan kajian politik baru bagi Aceh.
Dominasi Partai Aceh (PA) di Pilihan Legislatif (Pileg) lalu, memunculkan eskpektasi tinggi bagi Ketua Umum PA Aceh Muzakkir Manaf untuk menjadi calon Gubernur Aceh yang digadang-gadang akan melawan "kotak-kosong".
Semula nama Tu sop di hubungkan akan mendampingi mualem, namun dalam perjalanannya menjadi polemik yang sangat berharga bagi Bustami Hamzah.
Dengan gerak cepat Om Bus langsung meminang Tu Sop, melalui "Jak Bak Gure", atau ulama sepuh di Aceh yang notabene sebagai "guru" Tu Sop.
Cara om Bus ini, direspon sangat cepat. dan atas pesan gure juga Tu sop mau menjadi wakilnya.
Tu sop sebagai Ulama Aceh yang telah tumbuh dari tradisionalitas keagamaan di Aceh menjadi pemikat dalam pencaturan politik Aceh saat ini.
Ibarat anak gadis yang jak "meudagang" bak Bale/Dayah di Aceh. Begitu cepat prosesnya. Tidak ada teleng aling, gaung bersambut, gerilya dukunganpun bersahutan.
Fenemona ini, bagi kaum Dayah di Aceh sesuatu yang normal terjadi. ketika ada seorang "calon linto" mau meminang gadih aceh yang jak beut bak Abu.
Inilah yang terjadi ketika Bustami meminang Tu sop, Pak Bustami secara formalitas menyadari tradisi ini.
Mungkin saja dibalik sikap itu, ada "nasehat spritual" yang telah diilhami oleh Om Bus, saat Abu Mudi bersilaturahim ke pendopo sebelumnya.
Dengan demikian, kehadiran Pasangan Bustami-Tu Sop? "Masihkan menjadi kotak kosong?" tentunya tak semudah ucapan itu.
Apalagi bagi keyakinan masyarakat Aceh secara tradisionalis, haba gure nyan berkat, berharga.
Pasti nasehat-nasehat yang telah disampaikan oleh 'guru-guru" spritual Tu sop kepada Pak Bus, tak akan kosong nilai, pasti berbobot.
Namun ini menjadi cabaran/tantangan kepada Mualem, yang selama ini juga sangat sering mendengar nasihat-nasihat guru spritualnya.
Integritas dan Sistem Bercerai, Korupsi Berpesta |
![]() |
---|
Kemudahan Tanpa Tantangan, Jalan Sunyi Menuju Kemunduran Bangsa |
![]() |
---|
Memaknai Kurikulum Cinta dalam Proses Pembelajaran di MTs Harapan Bangsa Aceh Barat |
![]() |
---|
Haul Ke-1 Tu Sop Jeunieb - Warisan Keberanian, Keterbukaan, dan Cinta tak Henti pada Aceh |
![]() |
---|
Bank Syariah Lebih Mahal: Salah Akad atau Salah Praktik? |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.