Kupi Beungoh
Bustami - Tu Sop, Bukan 'Kotak Kosong'?
Dengan gerak cepat Om Bus langsung meminang Tu Sop, melalui "Jak Bak Gure", atau ulama sepuh di Aceh yang notabene sebagai "guru" Tu Sop.
Jika kita ingat Beberapa waktu lalu, pasca kemenangan Partai Aceh di DPRA, funsionaris Partai Aceh getol mempromosikan Mualem akan melawan kotak kosong di Pilkada Aceh.
Di harian Rakyat Aceh beberapa hari lalu (16/8/2024) Mualem pun mengeluarkan pernyataan bahwa dia mengharapkan "kotak kosong" sebagai lawan tandingnya kali ini.
Hari Ahad kemarin , saat mendeklarasikan pasangan Muzakkir Manaf-Dek Fad, masih menyebutkan bahwa tim sebelah bukan "lawan kita", yang ia sebut cuma nama Tu sop.
Bagi Mualem, tentunya sangat menyadari "peran Tu Sop" sebagai penyeimbang dari kekuatannya kali ini.
Karena sejatinya interaksi Mualem dengan Tu Sop, jauh lebih dalam daripada interaksi Bustami Hamzah dengan Tu sop.
Namun cerita dibalik itu kenyataannya adalah Mualem harus menerima ketika ia ditawarkan calon wakil kepadanya siapapun itu, ia akan bersedia.
Hingga "kameng yang dipesok bajepun" ia bersedia untuk dipasangkan dalam pemilukada ini.
Namun kehadiran dek Fadh sebagai pasangan Mualem tak lah patut disebut demikian.
Karena sejati dek Fadh juga lahir dari rahim PA yang berbaju Partai Nasional, dan tentunya itulah yang mungkin menjadi pertimbangan mengapa Tu sop Tak jadi pasangannya dalam pimilukada 2024 ini.
Sebaliknya, Ujian bagi pendukung Tu Sop, yang berafeliasi dengan berbagai Dayah di Aceh adalah komitmen kepartaian, dianggap rapuh dari segi dukungan dan interaksi Partai yang kini menyatakan dukungan ke pasangan Bustami-Tu Sop.
Penulis menyadari bahwa dukungan yang sudah diberikan oleh Nasdem, PAS, dan PAN merupakan sesuatu yang niscaya sangat berisi! Berisi lahir batin.
Terlebih Nasdem di Aceh pada pileg kemarin kembali merih hasil reborn, dan mengirim kadernya sebagai dewan di Provinsi dan beberapa kab/kota di Aceh.
Ini akan menambah tingkat kepercayaan diri bagi pendukung Tu Sop untuk bergerak!. sejauh ini kunci dukungan PKB, akan sangat berpengaruh dari katalis konstestasi di Aceh?
Tapi penulis sedikit meragukan bahwa PKB memberikan dukungannya kepada Bustami-Tu Sop.
Jika PKB memastikan tiket ada padanya diberikan pada yang Bustami-Tu Sop, maka ini akan menjadi lawan Mualem bukan lagi kotak kosong! tentunya.
Integritas dan Sistem Bercerai, Korupsi Berpesta |
![]() |
---|
Kemudahan Tanpa Tantangan, Jalan Sunyi Menuju Kemunduran Bangsa |
![]() |
---|
Memaknai Kurikulum Cinta dalam Proses Pembelajaran di MTs Harapan Bangsa Aceh Barat |
![]() |
---|
Haul Ke-1 Tu Sop Jeunieb - Warisan Keberanian, Keterbukaan, dan Cinta tak Henti pada Aceh |
![]() |
---|
Bank Syariah Lebih Mahal: Salah Akad atau Salah Praktik? |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.