Berita Banda Aceh
Pemanfaatan Pekarangan Rumah di Gampong Keuramat untuk Budi Daya Tanaman Obat Disosialisasikan
Dosen dan mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh melakukan sosialisasi budi daya dan pengolahan tanaman obat keluarga (Toga)
Penulis: Yarmen Dinamika | Editor: Muhammad Hadi
Laporan Yarmen Dinamika l Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM - Dosen dan mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh melakukan sosialisasi budi daya dan pengolahan tanaman obat keluarga (Toga) melalui pemanfaatan pekarangan rumah untuk mencapai keluarga sehat dan sejahtera.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program Pengabdian Kepada Masyarakat Berbasis Pembangunan Berkelanjutan (PKM BPB) di Gampong Keuramat, Kecamatan Kuta Alam, Kota Banda Aceh, Sabtu, (24/8/2024).
Pengabdian ini melibatkan tim pengabdi dari berbagai disiplin ilmu, yaitu Apt. Fajar Fakri, MS.Farm (Ketua Pelaksana) dari bidang farmasi, Ir Akmal Muhni MT dari Teknik Geologi, dan Ir Cut Nella Asyifa MT dari Teknik Sipil.
Menurut Fajar Fakri, pekarangan rumah, selain memainkan peran vital dalam kehidupan sosial ekonomi rumah tangga, juga menjadi ruang multifungsi yang dapat menunjang kesehatan dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.
"Pemanfaatan lahan kosong pekarangan rumah secara maksimal melalui budi daya Toga merupakan upaya yang memberikan manfaat ganda bagi keluarga," katanya kepada Serambinews.com, Selasa (27/8/2024).
Baca juga: Kejari Nagan Raya Eksekusi Cambuk Dua Penjudi Online
Di sisi lain, lanjut Fajar Fakri, penanaman Toga di pekarangan rumah adalah langkah kecil, tetapi berdampak besar dalam mencapai berbagai tujuan Sustainable Development Goals (SDGs).
Khususnya yang berhubungan dengan kesehatan, kesejahteraan, kelestarian lingkungan, dan keberlanjutan komunitas.
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari masyarakat dengan dihadiri oleh warga setempat dan penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) Gampong Keuramat.
Rangkaian kegiatan ini meliputi sosialisasi budi daya dan pengolahan Toga, pemanfaatan tata ruang pekarangan rumah, serta pengolahan tanah yang ideal untuk tanaman.
Setelah sesi sosialisasi, kegiatan dilanjutkan dengan pembagian beberapa bibit Toga kepada peserta, yang kemudian diajarkan cara menanamnya di pekarangan masing-masing.
"Program ini bertujuan untuk menciptakan solusi holistik yang mempromosikan kesehatan, keberlanjutan, dan kesejahteraan bagi masyarakat secara menyeluruh," ujar Fajar Fakri.
Ia tambahkan bahwa pemanfaatan pekarangan rumah secara maksimal tidak hanya berhubungan dengan estetika, tetapi juga sebagai langkah preventif dalam pencegahan dan pengendalian penyakit.
Baca juga: Kasus Pembunuhan Mahasiswi Bireuen, Ini Permintaan Ibu Korban
Lebih lanjut Fajar menjelaskan, budi daya Toga di lingkungan rumah memudahkan keluarga mengakses tanaman obat yang bermanfaat bagi kesehatan, menciptakan lingkungan yang lebih hijau dan sehat, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya kemandirian kesehatan melalui tanaman obat tradisional.
“Pekarangan rumah, selain memainkan peran vital dalam kehidupan sosial ekonomi rumah tangga, juga menjadi ruang multifungsi yang dapat menunjang kesehatan dan meningkatkan kesejahteraan keluarga," ujarnya.
Sementara itu, Ir Cut Nella Asyifa MT menambahkan, menjaga dan mengoptimalkan pemanfaatan pekarangan rumah bukan hanya berkaitan dengan aspek estetika dan kebersihan, tetapi juga menjadi investasi dalam memperkuat fondasi kesehatan, kehidupan sosial, dan ekonomi keluarga.
“Tanah memiliki karakteristik yang berbeda, pemilihan tanah yang baik akan memengaruhi kesuburan tanaman.
Dengan pengolahan tanah yang tepat, tanaman Toga dapat tumbuh dengan optimal, memberikan hasil panen yang melimpah dan berkhasiat sebagai obat alami bagi keluarga,” kata Ir Akmal Muhni MT.
Program ini juga mendapat dukungan oleh pemerintah Gampong Keuramat.
Keuchik Gampong Keuramat, Kamaruddin, menyatakan bahwa inisiatif ini diharapkan dapat menjadi model sukses dalam memanfaatkan lahan pekarangan rumah oleh masyarakat untuk budi daya tanaman obat.
Kegiatan ini juga ikut dihadiri oleh Marzuki SPdI selaku Koordinator PKH Kota Banda Aceh, Lisa Musfirah MSi, Djauhari Z, SKom, dan Zulfikar SHI selaku pendamping PKH.
Baca juga: Usai Deklarasi Koalisi Parpol Antar Pasangan Ayah Wa – Panyang Mendaftar Ke KIP Aceh Utara
"Program pengabdian masyarakat seperti ini sangat penting untuk terus berlanjut, terutama dalam mengubah perilaku masyarakat penerima manfaat PKH menjadi lebih mandiri," ujar Djauhari SKom mewakili tim pendamping PKH.
Dalam pelaksanaannya, program PKM BPB ini melibatkan mahasiswa dari Fakultas Teknik dan Fakultas MIPA USK, yaitu Maya Safira, Nadhira Maghfira Aqli, Orisa Amanda, dan Farhan Ashsiddiqi.
Keterlibatan mahasiswa dalam program ini bertujuan untuk memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
Melalui program pengabdian, mahasiswa dapat menerapkan ilmu yang mereka peroleh di bangku kuliah dalam situasi nyata, sehingga dapat membantu memecahkan berbagai masalah sosial, ekonomi, dan lingkungan yang dihadapi masyarakat. (*)
Baca juga: Pj Bupati Pidie Jaya Rotasi Tujuh Pejabat Eselon II
2 Warga Aceh di Malaysia Jatuh dari Lantai 39, Insyaallah Jenazah Dipulangkan Hari Ini |
![]() |
---|
Ombudsman Aceh Ingatkan Pejabat Jangan Masuk Jalan Tol Sigli-Banda Aceh Lewat Jalur Ilegal |
![]() |
---|
Ombudsman Panggil dan Periksa Kepala Sekolah Wilayah Banda Aceh dan Aceh Besar |
![]() |
---|
Satreskrim Polresta Banda Aceh Ringkus IRT Penadah Sepmor Curian |
![]() |
---|
Angkut Kayu tanpa Dokumen, Petani Asal Seulimuem Ditangkap Satreskrim Polresta Banda Aceh |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.