Berita Subulussalam

Wanita Asal Simeulue Ditemukan tak Bernyawa di Subulussalam, Polisi Sebut Dugaan Kematian SN

Aparat kepolisian Subulussalam menduga penyebab kematian mayat perempuan yang ditemukan di sebuah klinik kecantikan akibat bunuh diri.

Penulis: Khalidin | Editor: Muhammad Hadi
SERAMBINEWS.COM/KHALIDIN
Kapolres Subulussalam AKBP Yhogi Hadisetiawan SIK,MIK 

Selanjutnya petugas mengevakuasi Jenazah Ke RSUD Kota Subulussalam guna pemeriksaan lebih lanjut.

Baca juga: Harga Sawit Melejit di Aceh Singkil

Berdasarkan keterangan dari sumberi diperoleh identitas korban  berinisial (SN) berusia 24 tahun, warga Kabupaten Simeulue yang bekerja pada klinik kecantikan tersebut.

Dari hasil pemeriksaan di tempat kejadian dan hasil visum luar yang dilakukan petugas medis, tidak ditemukan adanya dugaan peristiwa pidana yang menyebabkan korban kehilangan nyawa. 

Korban di duga mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.

Sementara Kapolres Subulussalam, AKBP Yhogi Hadisetiawan, SIK,MIK yang dikonfirmasi melalui Kasatreskrim Iptu Abdul Mufakhir Minggu (1/9/2024) mengatakan berdasarkan hasil pemeriksaan sementara korban meninggal akibat bunuh diri

Menurut Kasatreskrim Iptu Abdul Mufakhir pihaknya sudah melakukan olah TKP di lokasi kejadian.

Saat olah TKP, polisi tidak menemukan adanya tanda-tanda tindak pidana. Apalagi, pintu klinik dalam kondisi terkunci dari dalam sehingga polisi pun harus mendobrak dari belakangan agar dapat masuk ke dalam bangunan. 

Kemudian polisi juga tidak menemukan adanya barang yang hancur atau hilang maupun tanda bekas kekerasan di sana semisal korban melawan.

Pun demikian dengan hasil visum di RSUD Kota Subulussalam. Dari hasil pemeriksaan sementara, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. 

Karenanya, untuk sementara  kepolisian menduga mengenai penyebab kematian tersebut bunuh diri. Kendati demikian, polisi masih akan melakukan penyelidikan.

Lebih jauh dikatakan, mengenai luka sayatan pada tangan korban merupakan bekas lama. 

Baca juga: Pelamar CPNS di Nagan Raya Membludak Capai 3.049 Orang, Dibuka hingga 6 September

Sebab berdasarkan beberapa saksi yang ditanyai kepolisian korban ternyata sempat beberapa kali melakukan percobaan bunuh diri dengan cara melukai tangannya. 

Pun demikian luka lebam bukan akibat benda tumpul melainkan karena terhentinya aliran darah di tubuh korban.

"Tidak ada tanda kekerasan kelihatannya, kecuali jeratan leher. Soal luka sayatan di tangan itu bekas lama dan adapun lebam disebabkan tubuh korban yang sudah tidak dialiri darah, tapi kita masih terus penyelidikan," kata Kasatreskrim Iptu Abdul Mufakhir.

Intinya, kata Kasatreskrim Iptu Abdul Mufakhir, sejauh ini polisi menduga kuat korban meninggal akibat bunuh diri. Namun jika pihak keluarga menginginkan penyelidikan lebih lanjut maka akan dilakukan kembali. 

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved