Jurnalisme Warga
Kemegahan Opening Ceremony PON XXI, dari Aceh untuk Indonesia
Sebagai warga Aceh, saya bangga bisa menyaksikan Opening Ceremony PON XXI secara langsung di SHB.
PON Aceh 2024, sebuah perayaan yang tak terlupakan dari olahraga, seni, dan semangat manusia. Ambisius, bersejarah, dan spektakuler, itulah beberapa kata yang mungkin bisa saya ungkapkan untuk menggambarkan Upacara Pembukaan PON Aceh 2024 yang telah dipersiapkan sejak tiga tahun lalu.
Tak hanya itu, PON XXI memiliki sejumlah hal menarik yang patut diperhatikan. Pertama, upacara pembukaan dilangsungkan di stadion lawas, bukan di stadion baru seperti PON sebelumnya. Kedua, kali ini ada 67 cabang olahraga (cabor) dan menjadi jumlah cabor terbanyak sepanjang penyelenggaraan PON.
Sampai dua minggu ke depan, semua mata mulai beralih ke berbagai arena pertandingan, baik yang digelar di Aceh maupun di Sumatera Utara, menyaksikan para pejuang olahraga 38 provinsi bertarung untuk menjadi yang terbaik di 67 cabor.
Meski masih terdapat banyak kendala di arena pertandingan dan berpindahnya beberapa venue dan tidak sesuai dengan program yang telah direncanakan, secara umum pelaksanaan pertandingan masih berada dalam jalur yang benar.
Bagi tuan rumah, Aceh mewujudkan ambisi peringkat 10 besar tampaknya sudah menjadi sebuah keharusan. Harapan masyarakat untuk melihat Aceh berjaya di pesta olahraga terbesar di Indonesia itu semakin besar ketika Aceh ditetapkan sebagai tuan rumah bersama Sumatera Utara.
Prestise
Dalam perjalanannya, PON tidak lagi sekedar sebuah perhelatan olahraga empat tahunan yang bertujuan untuk mempererat kerja sama, pemahaman dan hubungan antarprovinsi di Indonesia. Pesta olahraga tersebut kemudian berkembang menjadi ajang pertaruhan gengsi sebuah daerah.
Sesuai amanah Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) bahwa tujuan PON adalah untuk mencari bibit atlet untuk dikembangkan ke atlet nasional dan disiapkan ke multievent baik di Asean, Asia, maupun Olimpiade dalam rangka memperkuat timnas Indonesia. Salah satu target dari DBON adalah Indonesia mampu meraih prestasi terbaik di Olimpiade 2044.
Adapun cabang prioritas DBON di antaranya bulutangkis, angkat besi, panjat tebing, panahan, menembak, wushu, karate, taekwondo, balap sepeda, renang, atletik, senam artistik, pencak silat, dan dayung.
Maka, momentum PON XXI tak sekadar soal prestasi yang diukur dengan medali, karena ini sangat relatif. Akan tetapi idealnya dijadikan pintu masuk bagi kegiatan olahraga yang lebih intens ke depan.
Kita ingin melihat hasil beberapa pertandingan, PON XXI Aceh-Sumut mampu melahirkan kejutan-kejutan. Ekspektasi besar mampu melahirkan atlet muda potensial yang sebelumnya tidak diprediksi. Semoga.
Jurnalisme Warga
Penulis JW
Kemegahan Opening Ceremony PON XXI
Pembukaan PON XXI 2024
FERI IRAWAN SSi MPd
| Potret Koper Jemaah Calon Haji Perempuan Menuju Baitullah |
|
|---|
| Hikayat Hasan Husein, Genderang Perang Rakyat Barsela Saat Melawan Belanda |
|
|---|
| Tujuh Tahun Uniki, Bergerak Mengejar Prestasi |
|
|---|
| Menyemai Ide Pendidikan Sehat, Berkelanjutan, dan Berakar pada Sejarah Aceh |
|
|---|
| Diam-Diam Masuk ke Tubuh, Mikroplastik Jadi Ancaman |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Feri-Irawan-BARU-LAGI.jpg)