Jurnalisme Warga

Kemegahan Opening Ceremony PON XXI, dari Aceh untuk Indonesia

Sebagai warga Aceh, saya bangga bisa menyaksikan Opening Ceremony PON XXI secara langsung di SHB.

Editor: mufti
IST
Feri Irawan SSi MPd, Kepala SMKN 1 Jeunieb dan Ketua IGI Daerah Bireuen 

FERI IRAWAN, S.Si., M.Pd., warga Bireuen dan Kepala SMKN 1 Jeunieb, melaporkan dari Banda Aceh

Momen bersejarah bagi Aceh akhirnya tergelar di Stadion Harapan Bangsa (SHB), Lhong Raya, Banda Aceh, Selasa (9/9/2024) malam.

Aceh menjadi tuan rumah bagi acara paling prestisius di Indonesia, PON edisi ke-21 tahun 2024. Sebagai warga Aceh, saya bangga bisa menyaksikan Opening Ceremony PON XXI secara langsung di SHB. Upacara pembukaan berlangsung megah.

Untuk sementara setidaknya telah memupus nada-nada sumbang mengenai berantakannya persiapan menjelang pesta olahraga empat tahunan itu. Pembukaan di "stadion lawas rasa baru" itu mendatangkan decak kagum puluhan ribu penonton yang menyaksikan langsung di SHB dan jutaan lainnya melalui layar televisi. 

Dalam upacara pembukaan yang megah, Indonesia dipukau oleh pesona dan keindahan yang tak terlupakan. Sebagai simbol persatuan dan semangat olahraga, SHB menjadi tempat yang sempurna untuk memulai perhelatan besar ini. Dengan sorotan yang memesona, mata Indonesia terpaku pada panggung spektakuler yang dipersiapkan.

Upacara yang dihadiri oleh Presiden Joko Widodo itu mengingatkan kita pada kemeriahan upacara pembukaan Olimpiade Paris 2024 yang berlangsung spektakuler di atas jembatan Menara Eiffel. 
Kecemasan yang sempat melanda akibat kacau balaunya pembangunan berbagai sarana pertandingan, secara perlahan mulai sirna dan berganti harapan agar para duta olahraga sukses mengukir prestasi.
Upacara pembukaan diawali dengan rangkaian pertunjukan budaya yang menampilkan sejarah, tradisi, dan keindahan seni khas Aceh. Salah satu tarian yang ditampilkan adalah Maharaya Tradisi Meusyedara, yang menggambarkan kekompakan dan kekayaan tradisi masyarakat Aceh. Selain itu, lagu daerah populer Aceh, Bungong Jeumpa, dilantunkan untuk menambah kemegahan acara.

Kemudian, saat yang ditunggu-tunggu tiba, yakni parade atlet. Atlet-atlet dari 38 provinsi dengan penuh semangat dan kebanggaan, membawa bendera daerah mereka masing-masing, mengibarkan kebanggaan dan semangat persatuan. Upacara dilanjutkan dengan pengibaran bendera Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) oleh enam atlet pilihan. Mereka adalah Murisnawati (mantan atlet anggar), Mardani (mantan atlet anggar), Cut Risna Arita (atlet anggar), Reza Pahlevi (atlet balap motor), Muhammad Iqbal (atlet tarung derajat), dan Maimun (atlet pencak silat). 

Sambutan dari berbagai tokoh penting juga turut melengkapi acara, mulai dari Penjabat Gubernur Aceh, Dr Safrizal dan Sumatera Utara, Agus Fathoni, Ketua Umum KONI Pusat, hingga Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Dito Ariotedjo, yang menyampaikan harapan agar PON XXI Aceh-Sumut 2024 berjalan sukses dan menghasilkan atlet-atlet terbaik bangsa. 

Saat himne PON dinyanyikan, mengalir semangat juang dan kebanggaan di hati hadirin, seperti yang saya rasakan.

Puncak acara adalah ketika Presiden Jokowi yang penuh karisma menjelang akhir jabatannya sebagai orang nomor satu di Indonesia membacakan pidato yang sekaligus meresmikan pembukaan PON XXI Aceh-Sumut 2024. 

Dalam pidato singkatnya, Presiden Jokowi menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah dan masyarakat Aceh atas sambutan yang luar biasa. “Teurimong gaseh,” sapa Jokowi. Dalam pidato yang menginspirasi, Jokowi mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk menyatukan hati dan semangat dalam momen yang penuh kebanggaan ini. PON Aceh-Sumut 2024 telah resmi dimulai dan Indonesia siap untuk menyaksikan pertunjukan olahraga yang tak terlupakan.

Tak lama kemudian, sorotan beralih pada penampilan tari kolosal Aceh Laksamana Hayati. Tarian yang anggun dan musik yang memukau mengisi stadion kebanggan rakyat Aceh. Para penonton terhipnotis oleh gerakan yang lincah dan harmoni yang tercipta. 

Tidak hanya melibatkan atlet-atlet terbaik dari Sabang sampai Merauke, tetapi juga melibatkan artis alumni Indonesia Idola (Idol) Tiara Andini dan Virzha. Kolaborasi yang luar biasa antara olahraga dan seni menciptakan pertunjukan yang luar biasa dan mengesankan. 

Tidak hanya itu, teknologi canggih juga turut menjadi bagian tak terpisahkan dari upacara ini. Efek cahaya yang spektakuler menghadirkan pengalaman visual yang luar biasa. Seperti terbang di angkasa. 
Tidak hanya menjadi perayaan olahraga, upacara pembukaan ini juga menjadi ajang untuk menyampaikan pesan-pesan penting. Melalui pertunjukan yang menginspirasi, pesan tentang perdamaian, persatuan, dan keberagaman disampaikan dengan indah.

Dalam opening ceremony ini, Aceh telah membuktikan dirinya sebagai tuan rumah yang tak tergantikan. Dengan pesona dan keindahannya, Provinsi Serambi Makkah ini telah menciptakan momen yang akan dikenang selamanya. 

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved