Citizen Reporter
Petualangan Magang Internasional di Thailand
Kesempatan ini tidak ingin saya sia-siakan, karena saya percaya bahwa pengalaman ini akan menjadi kombinasi sempurna antara belajar dan berpetualang.
AYUNI RIZKI, Mahasiswi Fakultas Syariah dan Hukum UIN Ar-Raniry, melaporkan dari Hatyai, Thailand
Pada Rabu, 3 Juli 2024, saya dan teman-teman memulai perjalanan yang sangat dinanti-nantikan: program magang internasional yang diselenggarakan oleh Fakultas Syariah dan Hukum UIN Ar-Raniry.
Dengan semangat membara, kami berangkat menuju Thailand, negara tetangga yang dikenal dengan jukukan "Negeri Gajah Putih".
Kesempatan ini tidak ingin saya sia-siakan, karena saya percaya bahwa pengalaman ini akan menjadi kombinasi sempurna antara belajar dan berpetualang.
Menuju Hatyai
Kami berangkat dari Bandar Udara Internasional Kualanamu Medan pada pukul 10.10 WIB dan tiba di Bandar Udara Internasional Pulau Pinang-Bayan Lepas pada pukul 12.00 siang waktu Malaysia. Setibanya di sana, kami disambut minibus yang telah disiapkan oleh pihak kampus. Kami melanjutkan perjalanan selama enam jam menuju Hatyai di selatan Thailand.
Selama perjalanan, saya mengamati indahnya pemandangan di sepanjang jalan. Banyak kendaraan bermuatan besar melintas. Bangunan indah dikelilingi pohon hijau menciptakan suasana menawan. Setiap detik perjalanan terasa berharga dan saya semakin bersemangat untuk menjelajahi lebih jauh.
Sambutan hangat
Kami tiba di Thailand sekitar pukul 17.00 waktu setempat. Penyambutan yang sangat luar biasa kami dapatkan dari yayasan yang kami singgahi, yaitu Al-Hidayah Foundation. Hidangan makan malam yang khas daerah tersebut membuat saya dan teman-teman tak sabar ingin mencicipinya. Selesai makan, kami diarahkan untuk mengikuti mentor dari masing-masing pihak sekolah yang telah ditentukan, di mana kami akan ditempatkan selama 23 hari ke depan. Hal inilah yang kami tunggu-tunggu.
Akhirnya, regu kami yang berjumlah empat orang ditempatkan di Muslimeen Suksa School, Tambol Thachang, Ampur Bangklam, Songkhla, Thailand. Sekolah ini merupakan sekolah Islam yang jenjang pendidikannya tersedia mulai dari taman kanak-kanak (TK) hingga sekolah menengah atas (SMA).
Lingkungan yang aman dan hijau mengelilingi Sekolah Muslimeen Suksa. Pihak sekolah selalu memprioritaskan kenyamanan bagi setiap tamu yang berkunjung ke sini. Di hari pertama, saya dan teman-teman mengikuti kegiatan apel pagi yang merupakan kegiatan rutin mereka, dibarengi dengan kami memperkenalkan diri kepada mereka.
Kesempatan mengajar
Kami bertemu kepala sekolah, Mr. Yusob Madardam, yang menyambut kami dengan ramah. Beliau ditemani Ibu Fatimah, guru yang mahir berbahasa Indonesia. Ternyata, Bu Fatimah pernah belajar di salah satu universitas di Bandung dan menyelesaikan studinya pada tahun 2018. Setelah menyelesaikan pendidikannya, beliau kembali ke Thailand, tanah kelahirannya.
Setelah berdiskusi dengan kepala sekolah, kami diberi kesempatan untuk mengajar bahasa Indonesia kepada para siswa.
Pihak sekolah sangat berharap agar para siswa dapat berbahasa Indonesia dengan baik dan benar.
Di sekolah ini, para siswa juga belajar bahasa Melayu, Arab, dan Inggris. Saya merasa bersemangat dan bersyukur mendapatkan kesempatan ini.
Pengalaman mengajar
Citizen Reporter
Penulis Citizen Reporter
Penulis CR
Petualangan Magang Internasional di Thailand
AYUNI RIZKI
| Student Exchange Ke Brunei: Melihat Langsung Negara yang Religius, Tertib, dan Lestarikan Hutan |
|
|---|
| Rahasia di Balik Kemajuan dan Keteraturan Singapura |
|
|---|
| Indonesia Kaya SDA, Tapi Mengapa Rakyat Miskin dan Bodoh? |
|
|---|
| Student Exchange UIN Ar-Raniry Kunjungi Masjid Jame' Asr Hassanil Bolkiah, Brunei Darussalam |
|
|---|
| Jemput Ilmu dan Jaringan Internasional: 13 Mahasiswa UIN Ar-Raniry Terbang ke Brunei Darussalam |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/AYUNI-RIZKI-OKE.jpg)