Salam
Kesepakatan Damai bukan Hanya Serimonial
Peran kedua paslon tentu saja sangat besar dalam hal mengendalikan kondisi damai di lapangan. Semoga!
KESEPAKATAN atau perjanjian damai dalam pelaksanaan Pilkada di Aceh hendaknya bukan hanya serimonial, te-tapi harus bisa diterapkan secara nyata di lapangan.
Artinya, para pihak yang telah menandatangani nota kesepa-katan damai tersebut harus bertanggung jawab sampai Pilka-da selesai.
Tidak ada guna jika kesepakatan damai tersebut hanya ber-langsung di atas meja, sementara di lapangan situasinya ber-kata lain. Para pendukung masing-masing Paslon terus berti-kai secara terbuka di ruang publik, terutama di media sosial alias medsos.
Umpatan dan caki maki yang terjadi di media sosial, teru-tama TikTok berlangsung secara masif tanpa kendali, bahkan boleh dikatakan sudah “offside”. Alasannya, karena menye-rang pihak-pihak tertentu secara kasar, keluar dari etika dan juga sopan santun.
Berkaca dari itu, sudah saatnya masing-masing Paslon su-paya mengingatkan para pendukungnya untuk benar-benar menjaga tata krama kampanye. Sebab, jika salah kelola maka kondisi itu sangat berpotensi memicu kemarahan publik yang lebih besar, apalagi jika yang diserang itu adalah para ulama.
Sebelumnya diberitakan, pasangan calon (Paslon) guber-nur Aceh dan wakil gubernur Aceh sepakat mendeklarasikan kampanye damai Pilkada Aceh tahun 2024. Deklarasi tersebut berlangsung di Ballroom The Pade Hotel, Aceh Besar, Selasa (24/9/2024) malam.
Kegiatan itu dihadiri kedua pasangan calon, yakni Bustami Hamzah-Fadhil Rahmi dan Muzakir Manaf–Fadhlullah. Dekla-rasi tersebut juga turut dihadiri para pendukung, perwakilan partai politik dan Forkopimda Aceh.
Pembacaan naskah deklarasi itu dipimpin Ketua Komisi In-dependen Pemilihan (KIP) Aceh, Saiful serta diikuti oleh kedua pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Aceh.
Saiful mengatakan, penandatanganan pakta integritas deklarasi kampanye damai Pilkada Aceh Tahun 2024 merupakan momentum penting dalam mewujudkan Pilkada damai Aceh.
Berikut poin deklarasi kampanye damai yang dibacakan pa-sangan calon: Kami calon gubernur dan wakil gubernur Aceh, partai politik, partai politik lokal, pengusung beserta tim kam-panye dan para pendukung berjanji
1. Mewujudkan pemilihan yang langsung, umum, bebas, ra-hasia, jujur, dan adil.
2. Melaksanakan kampanye pemilihan yang aman, tertib, dan damai, berintegritas tanpa hoaks, tanpa politisasi SARA, dan tanpa politik uang.
3. Melaksanakan kampanye pemilihan berdasarkan perun-dang-undangan yang berlaku dan dilarang menggunakan simbol-simbol atau atribut yang dapat menimbulkan konflik.
Untuk itu, sekali lagi, kita berharap agar suasana damai tersebut benar-benar dapat terpelihara di lapangan, terutama saat berlangsungnya kegiatan kampanye. Peran kedua paslon tentu saja sangat besar dalam hal mengendalikan kondisi damai di lapangan. Semoga!
POJOK
Paslon di Aceh Utara dan Tamiang lawan ko-tak kosong
Kalau kalah malunya sampai kiamat, hehehe…
Pj Gubernur Aceh ancam tindak ASN yang ti-dak netral di Pilkada
Contoh barang sudah ada, tinggal dieksekusi saja, tahu?
Mahasiswa Malayasia tarek pukat di pantai Hagu Lhokseumawe
Sebaliknya, jangan ada yang tarek urat di mu-sim Pilkada, kan?
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/KIP-Aceh-Tetapkan-No-Urut-Paslon-Gubernur-dan-Wakil-Om-Bus-Syeh-Fadhil-No-1-Mualem-Dek-Fad-No-2.jpg)