Konflik Palestina vs Israel
Israel vs Hizbullah Memanas, Ini Alasan Mahasiswa di Lebanon Belum Memilih Pulang ke Aceh
Ini alasan mahasiswa di Lebanon belum memilih pulang ke Aceh di tengah memanasnya konflik antara Israel vs kelompok pejuang Islam Hizbullah.
Penulis: Sara Masroni | Editor: Muhammad Hadi
Sementara selain Ilham, mahasiswa Aceh lainnya di Lebanon yakni Zain dari Bener Meriah dan Wahyu dari Aceh Barat Daya (Abdya) yang masing-masing berkuliah di Global University.
Kemudian seorang staf KBRI Beirut asal Banda Aceh, Vijarwadi.
Baca juga: Pimpinan Hizbullah Bersumpah, Umumkan Siap Hadapi Potensi Operasi Darat Israel
Khawatir Kebutuhan Pokok di Pasar Langka
Pihaknya juga mulai mengkhawatirkan ketersediaan logistik kebutuhan sehari-sehari di pasar yang ditakutkan akan langka, hal ini akibat keadaan semakin hari belum juga menunjukkan tanda-tanda mereda.
“Meski demikian, sampai saat ini kami belum menemukan kesulitan untuk membeli keperluan sehari-hari dan harga sebagian barang masih normal,” kata Ilham.
Kemudian ketika ditanya apa yang menjadi kebutuhan mendesak bagi masyarakat Aceh di Lebanon, mahasiswa Beirut Islamic University Lebanon memastikan tercukupi.
“Saat ini kami berada di Shelter KBRI Beirut dan kebutuhan sehari-hari dicukupi oleh negara,” pungkasnya.
Jepang Instruksikan Warganya Tinggalkan Lebanon
Sementara di sisi lain, perang Israel yang sudah meletus di Timur Tengah, Jepang instruksikan warganya tinggalkan Lebanon.
"Tokyo mendesak warganya untuk meninggalkan Lebanon," kata juru bicara pemerintah Jepang dikutip dari Times of Israel, Jumat (27/9/2024).
Hal itu bersamaan laporan media mengenai rencana untuk mengirim pesawat militer guna mengevakuasi mereka.
Kepala Sekretaris Kabinet, Yoshimasa Hayashi mengatakan, saat ini pihaknya sedang memantau keselamatan warga negaranya di Lebanon.
"Saat ini kami tengah memeriksa keselamatan warga negara Jepang yang tinggal di Lebanon," kata Hayashi.
"Sekaligus mendesak mereka untuk meninggalkan negara ini sementara penerbangan komersial reguler masih beroperasi," tambahnya.
Sementara itu, media Jepang melaporkan, pengaturan saat ini sedang dilakukan pemerintah untuk mengirim pesawat militer ke Yordania di mana mereka akan bersiaga.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.