Konflik Palestina vs Israel

Israel vs Hizbullah Memanas, Ini Alasan Mahasiswa di Lebanon Belum Memilih Pulang ke Aceh

Ini alasan mahasiswa di Lebanon belum memilih pulang ke Aceh di tengah memanasnya konflik antara Israel vs kelompok pejuang Islam Hizbullah.

Penulis: Sara Masroni | Editor: Muhammad Hadi
FOR SERAMBINEWS.COM
Mahasiswa Pascasarjana asal Aceh Tamiang di Beirut Islamic University Lebanon, Ilham Akbar. Ini alasan mahasiswa di Lebanon belum memilih pulang ke Aceh di tengah memanasnya konflik antara Israel vs kelompok pejuang Islam Hizbullah. 

Hal itu memicu bunyi sirene di kota Israel dan daerah sekitarnya.

Meski demikian menurut IDF, pihaknya mencegat rudal tersebut menggunakan sistem pertahanan David's Sling.

Belum ada laporan tentang cedera atau kerusakan di sana.

Satu jam kemudian, militer Israel mengatakan telah menyerang peluncur Hizbullah yang digunakan untuk menembakkan rudal tersebut di Nafakhiyeh, Lebanon selatan.

Hizbullah terus menembakkan rentetan roket ke Israel sepanjang Rabu pagi.

Termasuk 40 roket yang diarahkan ke Safed, salah satunya langsung mengenai sebuah rumah di kota itu, menyebabkan kerusakan besar namun tidak menyebabkan korban luka.

Pejabat Israel menekankan, pertempuran akan terus berlanjut hingga Hizbullah berhasil dihalangi dan puluhan ribu penduduk di wilayah utara yang telah mengungsi selama hampir satu tahun dapat kembali ke rumah.

Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengatakan, mereka sedang melakukan gelombang serangan udara "luas" terhadap target-target Hizbullah.

Target tersebut berada di Lebanon selatan dan Lembah Beqaa, menyerang lebih dari 100 target Hizbullah di Lebanon.

Hizbullah Terus Menyerang

Hizbullah terus menembakkan roket dan drone ke Israel pada Selasa malam dan Rabu dini hari, memicu sirene di kota-kota termasuk Zichron Yaakov dan Yokne'am.

IDF mengatakan lima roket diluncurkan Rabu pagi dari Lebanon ke daerah Carmel dan Wadi Ara di Israel utara, selatan Haifa.

Militer mengatakan beberapa roket berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara, dan sedikitnya satu serangan dilaporkan. Tidak ada laporan korban luka dalam serangan itu.

Tak lama kemudian, IDF mengatakan bahwa jet tempur Israel menyerang peluncur roket Hizbullah di Tibnin, Lebanon selatan.

Sementara sebuah pesawat tak berawak yang ditembakkan ke daerah Atlit di selatan Haifa Selasa malam, serangan pesawat tak berawak Hizbullah terjauh sejak dimulainya perang.

Serangan ini menyebabkan kerusakan ringan dan memicu kebakaran, kata IDF.

Hizbullah mengklaim telah meluncurkan beberapa pesawat nirawak bermuatan bahan peledak ke pangkalan Atlit milik Angkatan Laut Israel, menampung unit komando Shayetet 13. 

Menurut IDF, tiga pesawat nirawak diluncurkan dalam serangan itu, dua di antaranya dicegat oleh sistem pertahanan udara.

"Kebakaran terjadi akibat benturan di area tersebut, kerusakan kecil terjadi dan api berhasil dipadamkan," kata IDF dalam sebuah pernyataan. (*)

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved