Perang Gaza

Zionis Lancarkan Operasi Militer Kosongkan Gaza Utara, Warga Tetap Bertahan, 25 Orang Tewas Dibantai

Warga Palestina terus tinggal di kamp Bureij – meskipun Israel memerintahkan mereka untuk melarikan diri karena kamp tersebut akan menjadi “zona milit

Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/AFP
Pengungsi tiba di Khan Younis setelah diperintahkan evakuasi oleh pasukan Israel 

SERAMBINEWS.COM - Jurnalis Aljazeera Tareq Abu Azzoum melaporkan telah mendengar ledakan besar sejak dini hari di kamp pengungsi Bureij. Setidaknya 25 warga Palestina dipastikan tewas.

"Kami berada di kamar mayat Rumah Sakit Al-Aqsa dan apa yang kami lihat sungguh menyedihkan. Mayat-mayat berjejer di tanah dengan anggota keluarga yang mengungkapkan kesedihan dan penderitaan yang mendalam," lapor Tareq dari Deir el-Balah, Gaza tengah, Selasa (8/10/2024).

Warga Palestina terus tinggal di kamp Bureij – meskipun Israel memerintahkan mereka untuk melarikan diri karena kamp tersebut akan menjadi “zona militer aktif” – karena mereka tidak punya tempat lain untuk dituju. 

Dan itulah sebabnya militer Israel menargetkan mereka.

Sementara itu, di wilayah utara Jalur Gaza, situasi semakin memburuk. 

Baca juga: Setahun Perang Gaza, Israel Rancang Ulang Pendudukan di Tanah Palestina tanpa Akhir 

Kamp pengungsi Jabalia telah dikepung habis-habisan oleh tentara Israel selama beberapa hari ini. 

Pasukan dan peralatan menghancurkan jalan-jalan dan memisahkan kamp-kamp dan desa-desa.

Warga mengungsi dari satu lingkungan ke lingkungan lain untuk mencari tempat yang aman. 

Militer secara sistematis berupaya mengosongkan Gaza utara yang diklaim sebagai rencana awal untuk menduduki Gaza utara pascaperang.

Pejuang Brigade Qassam Ledakkan Tank Merkava-4 Israel dengan Senjata Antitank Shuwath 

Sayap bersenjata Hamas mengatakan mereka meledakkan alat peledak di dekat pengangkut personel lapis baja di sebelah barat kamp pengungsi Jabalia yang terkepung.

Serangan itu juga menargetkan tank Merkava-4 Israel dengan senjata antitank Shuwath di kamp tersebut, katanya di Telegram.

Militer Israel baru-baru ini memulai operasi besar-besaran di Gaza utara. 

Operasi ini dilakukan setelah militer mengatakan pada bulan Januari bahwa Hamas telah "dibubarkan" di wilayah kantong itu.

Israel Ingin Lucuti Senjata Hizbullah, Bukan Berniat untuk Gencatan Senjata

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved