Salam

Putusa Asa, lalu Membabi Buta

Serangan tersebut melukai Prajurit Satu (Pratu) Eggy Arifiyanto dan Prajurit Kepala (Praka) Nofrian Syah Putra.

Editor: mufti
AFP/File
Pasukan penjaga perdamaian PBB melaju di pesisir Naqura, Lebanon paling selatan di perbatasan Israel. 

Rezim Israel kini putu asa. Ya, putus asa setelah gagal mencapai tujuan dalam perang membabi buta di Gaza, Palestina. Mereka membombardir Gaza untuk membunuh Hamas dan kelompok perlawanan Gaza lainnya. Nyatanya, Hamas masih tetap eksis, bahkan masih bisa mengirimkan puluhan roket ke Israel dalam beberapa hari terakhir. Mereka tetap mampu menyergap prajurit Zionis yang memasuki Gaza. Kini tentara Zionis menyerang Lebanon. Katanya juga untuk membunuh pejuang Hizbullah.  Namun, mereka menyerang apa pun di Lebanon semau mereka. 

Hizbullah dan Israel sejatinya mulai saling tembak sehari setelah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengumumkan perang terhadap Gaza pada 7 Oktober 2023.  Puluhan ribu orang telah mengungsi di Israel utara dan Lebanon selatan di tengah baku tembak antara Israel dan Hizbullah selama perang Gaza yang sejauh ini telah menewaskan lebih dari 42.000 warga Palestina. 

Di lebanon, Israel melancarkan operasi pengeboman besar-besaran pada 23 September yang kemudian diikuti oleh invasi darat ke wilayah selatan negara itu. Israel juga membunuh Sekretaris Jenderal Hizbullah Sayyed Hassan Nasrallah dalam serangan udara di sebuah kawasan di Beirut selatan pada 27 September.

Jumlah korban di Lebanon juga terus bertambah. Kementerian Kesehatan Lebanon, Sabtu (12/10/2024), melaporkan bahwa jumlah korban tewas akibat serangan militer Israel ke negara itu sejak 8 Oktober 2023 mencapai 2.255 orang, dan 10.524 lainnya cedera. Dalam 24 jam terakhir, juga tercatat 26 orang tewas dan 144 lainnya terluka akibat serangan militer Zionis itu.

Yang terbaru, mereka menyasar Pasukan Penjaga Perdamaian PBB (UNIFIL) di Lebanon.  

Dua prajurit TNI yang tergabung dalam misi itu pun terluka dalam sebuah serangan pada Kamis (10/10/2024) waktu setempat. Serangan tersebut melukai Prajurit Satu (Pratu) Eggy Arifiyanto dan Prajurit Kepala (Praka) Nofrian Syah Putra. Serangan Israel menyasar Tower Pengamatan (OP 14) Naqoura, kota di perbatasan Lebanon-Israel, saat militer Israel (IDF) terlibat pertempuran dengan kelompok Hizbullah.

Kecaman pun datang dari mana-mana. Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi langsung merespons serangan yang melukai Eggy dan Nofrian itu. Melalui Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Roy Soemirat, Retno mengatakan, Naqoura yang menjadi tempat serangan Israel terhadap pasukan UNIFIL berada di blue line. Wilayah tersebut berada di bawah mandat Dewan Keamanan PBB untuk mendukung stabilitas Lebanon. “Indonesia ingatkan kepada IDF mengenai pentingnya penghormatan terhadap pasukan dan properti UNIFIL dan memastikan keselamatan dan keamanan personil UNIFIL,” imbuh Retno.

Ia memastikan, dua prajurit TNI yang terluka sudah mendapat perawatan di rumah sakit dan kondisinya baik. Retno juga sudah berkoordinasi dengan Komandan Kontingen Garuda Force Headquarter Support Unit, salah satu unit yang dikirimkan TNI kepada UNIFIL di Lebanon.

Serangan demi serangan yang dilakukan Israel terhadap warga Palestina, Lebanon, dan kini pasukan penjaga perdamaian PBB itu dilihat sebagai sikap frustrasi.  

Israel frustrasi karena belum mencapai tujan apa pun, kecuali terus meningkatkan jumlah korban warga sipil, yang umumnya anak-anak dan kaum perempuan. Atau merusak infrastruktur kesehatan, pendidikan, dan sebagainya. Di Lebanon misalnya, mereka mengebom rumah sakit, yakni sebuah rumah sakit pemerintah di wilayah Baalbek, Lebanon Timur, Sabtu lalu. Serangan ini menyebabkan kerusakan parah rumah sakit. Banyak pasien terluka.  Israel kini terus memperluas konflik dengan menyerang berbagai target hingga ke Yaman. Tak mau peduli dengan hukum internasional dan hak azasi manusia. Dan sayangnya, pembantaian demi pembantaian yang dilakukan itu atas dukungan dan perlindungan penuh Amerika Serikat.(*)

 

POJOK

Indonesia tetap kirim lagi 120 prajurit TNI ke Lebanon

Maju terus, pantang mundur

Cina anggap Indonesia relatif  lemah dalam sepakbola

He..he..waktu yang akan membuktikan

Prabowo target bangun 15 juta unit rumah

He he..waktu juga yang akan menjawabnya

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved