Cahaya Aceh

Keukarah, Kue 'Sarang Burung' Cemilan Tradisional Khas Aceh yang Masih Eksis di Zaman Modern

Kue Keukarah bukan hanya sebuah cemilan, tetapi juga warisan budaya yang mencerminkan kekayaan kuliner Aceh. 

Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Safriadi Syahbuddin
Keukarah, Kue 'Sarang Burung' Cemilan Tradisional Khas Aceh yang Masih Eksis di Zaman Modern - Keukarah-Kue-Tradisional-Khas-Aceh-01.jpg
FOR SERAMBINEWS.COM
Keukarah, camilan tradisional khas Aceh yang masih eksis hingga zaman modern.
Keukarah, Kue 'Sarang Burung' Cemilan Tradisional Khas Aceh yang Masih Eksis di Zaman Modern - Keuakrah-Kue-Tradisional-Khas-Aceh-02.jpg
FOR SERAMBINEWS.COM
Keukarah, camilan tradisional khas Aceh yang masih eksis hingga zaman modern.
Keukarah, Kue 'Sarang Burung' Cemilan Tradisional Khas Aceh yang Masih Eksis di Zaman Modern - Keukarah-Kue-Tradisional-Khas-Aceh-03.jpg
FOR SERAMBINEWS.COM
Keukarah, camilan tradisional khas Aceh yang masih eksis hingga zaman modern.

Keberlanjutan Kue Karah tidak lepas dari usaha para pembuat kue tradisional di Aceh yang terus melestarikan resep turun-temurun ini. 

Kue Keukarah bukan hanya sebuah cemilan, tetapi juga warisan budaya yang mencerminkan kekayaan kuliner Aceh. 

Eksistensinya hingga saat ini membuktikan bahwa makanan tradisional masih memiliki tempat istimewa di tengah perubahan zaman.

Di Aceh Barat umumnya berbentuk segitiga, ukurannya pun beragam dan inilah yang membuat Kue Karah di Bumi Teuku Umar ini berbeda dari daerah lainnya.

Keukarah, camilan tradisional khas Aceh yang masih eksis hingga zaman modern.
Keukarah, camilan tradisional khas Aceh yang masih eksis hingga zaman modern. (FOR SERAMBINEWS.COM)

Yeni, perempuan muda asal Aceh Utara ini merupakan seorang penikmat cemilan tradisonal kue karah ini.

Ia lebih suka menikmati kue karah dengan teh manis atau kopi khas Aceh. 

“Rasanya cocok sekali karena manisnya kue karah berpadu dengan kelembutan rasa teh. Tapi kalau dengan kopi Aceh juga jadi pilihan yang pas. Rasa pahit kopi membuat manisnya kue lebih terasa,” tuturnya.

Yeni mengungkapkan, kue karah bukan hanya sebuah makanan, tapi juga bagian dari tradisi dan budaya Aceh.

Kue ini biasanya disajikan pada acara-acara penting, seperti pernikahan atau hari besar. 

Ia pun mengajak generasi muda untuk melestarikan cemilan tradisional khas Aceh ini agar tidak hilang.

“Generasi muda mungkin lebih suka camilan modern, tapi saya harap mereka tetap melestarikan makanan ini,”

“Saya kadang mencoba membagikan kue karah ke anak-anak di lingkungan tempat tinggal saya agar mereka tahu warisan kuliner kita,” pungkasnya.(serambinews.com/agus ramadhan)

CEK ARTIKEL LAINNYA TENTANG WISATA ACEH DI SINI

BACA BERITA SERAMBI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved