Kamis, 7 Mei 2026

Berita Banda Aceh

Pj Gubernur Dorong BI Hadirkan Brand Parfum Internasional Buka Pabrik di Aceh 

“Kita mengundang Direktur Bank Indonesia di Jakarta untuk mendorong agar ada produk (parfum) internasional yang juga membuka produknya di Aceh,”

Tayang:
Editor: Faisal Zamzami
SERAMBINEWS.COM/RIANZA ALFANDI
Pj Gubernur Aceh, Safrizal ZA, didampingi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Aceh Rony Widijarto Purubaskoro, saat memberi keterangan usai membuka kegiatan Meuseuraya Festival, di Gedung Kantor Perwakilan Bank Indonesia setempat, Jumat (18/10/2024). 

Laporan Rianza Alfandi | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Penjabat (Pj) Gubernur Aceh, Safrizal ZA, membuka peluang besar kepada brand parfum internasional untuk mendirikan pabrik di Tanah Rencong. Hal itu mengingat Aceh memiliki minyak nilam dengan kualitas terbaik di dunia. 

Safrizal bakal menyurati Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo sebagai upaya agar ikut mendorong perusahaan-perusahaan parfum kelas dunia untuk membuka pabrik di Aceh, dengan nilam sebagai bahan baku utamanya. 

“Kita mengundang Direktur Bank Indonesia di Jakarta untuk mendorong agar ada produk (parfum) internasional yang juga membuka produknya di Aceh,” kata Safrizal. 

Hal itu disampaikan Safrizal dalam sambutannya saat membuka Festival Meseuraya 2024 yang digelar Bank Indonesia Provinsi Aceh, Jumat (18/10/2024). 

Safrizal menjelaskan, hasil penelitian menunjukkan minyak nilam Aceh merupakan salah satu produk minyak nilam terbaik di dunia. Namun sejauh ini untuk pemasarannya masih sebatas dalam bentuk bahan baku mentah. 

Baca juga: Pemerintah Beri Karpet Merah Bagi Investor Bangun Pabrik Minyak Goreng di Aceh 

Menurutnya, selama ini memang sudah ada UMKM di Aceh yang berhasil mengolah produk turunan dari minyak nilam seperti parfum dan produk lainnya. Namun, skala pemasarannya masih sangat kecil dan terbatas. 

“Hari ini kita masih memproduksi minyak nilam dengan kualitas terbaik lalu kita ekspor ke negara-negara yang memproduksi misal yang terkenal, seperti ke Prancis, ke Swis, ke Itali atau macam-macam,” jelasnya.

Oleh karena itu, Safrizal meminta Bank Indonesia ikut mendorong supaya perusahaan parfum kelas dunia semakin berkeinginan membuka pabriknya di Aceh. 

“Mungkin kalau kita mendorong internasional ada keterbatasan. Tapi kalau didorong oleh Bank Indonesia Nasional mungkin dorongannya akan lebih kencang dari pada kita. Kita mengundang dan menyediakan tempat bagi produk-produk internasional untuk membuka pabriknya di sini,” ungkapnya. 

Safrizal mengatakan, di Aceh perusahaan parfum internasional tidak hanya akan memperoleh bahan baku utama, tapi juga ada tenaga kerja, tenaga ahli, hingga kawasan yang dapat dimanfaatkan untuk berinvestasi. 

“Tinggal barangkali branding yang kita belum punya, merk kita belum punya,” ujarnya.

Ia menambahkan, dengan adanya pabrik bertaraf internasional maka minyak nilam di Aceh tidak perlu lagi diekspor ke luar negeri, sebab sudah bisa diolah langsung di Aceh. 

“Kalau nanti ada perusahaan internasional pabriknya di sini dan bahan baku cukup untuk itu, kita tidak perlu ekspor bahan baku. Tapi hari ini karena kebutuhan Aceh sendiri kita cukup, tentu ekspor menjadi salah satu strategi untuk pertumbuhan kita,” pungkasnya.(*)

 

Baca juga: Usman Hamid Berharap Transisi Pemerintahan Baru Tidak Memperburuk Situasi HAM di Indonesia

Baca juga: Jangan Dibuang, Bonggol Nanas Ternyata Bisa Atasi Sinusitis, dr Zaidul Akbar Ajarkan Cara Mengolah

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved