Jelang Pilkada Aceh
Syech Fadhil dan Dek Fadh Bahas soal Pendidikan di UIN Ar-Raniry
Dalam dialog yang berlangsung di Auditorium Ali Hasyimi itu menghadirkan dua Cawagub Aceh, Fadhil Rahmi dan Fadhlullah sebagai narasumber utama
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh menggelar Dialog Keacehan. Dalam dialog yang berlangsung di Auditorium Ali Hasyimi itu menghadirkan dua Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Aceh, Fadhil Rahmi (Syech Fadhil) dan Fadhlullah (Dek Fadh) sebagai narasumber utama, Senin (4/11/2024).
Rektor UIN Ar-Raniry, Prof. Mujiburrahman mengatakan, dialog keacehan dengan tema “Pendidikan, Kebudayaan, dan Kepemudaan” itu bertujuan untuk membedah visi-misi pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh periode 2025-2030.
“Dialog ini juga menjadi wadah bagi masyarakat Aceh untuk menyampaikan pandangan, harapan, dan permasalahan langsung kepada para calon pemimpin yang akan memimpin Aceh,” kata Mujiburrahman.
Menurutnya, isu pendidikan, kepemudaan, hingga kebudayaan menjadi sentral dalam pembangunan Aceh ke depan. Ia menilai, Aceh akan maju apabila orang Aceh memiliki kualitas pendidikan yang baik.
“Semakin warga Aceh itu terdidik dengan baik, kemungkinan besar kemajuan Aceh itu akan lebih cepat bisa dicapai. Jadi untuk itu makanya kita berharap kedua calon gubernur atau wakil gubernur ini mereka harus fokus pada pembangunan pendidikan di Aceh,” ujarnya.
Sementara itu, Cawagub Aceh nomor urut 01, Syech Fadhil mengatakan, persoalan pendidikan erat kaitannya dengan masalah ekonomi. Maka dari itu, Qanun Nomor 9 Tahun 2015 tentang Tentang Penyelenggara Pendidikan harus benar-benar terealisasi dengan baik di Aceh. Sebab, kata dia, konsep pendidikan menurut qanun tersebut merujuk pada Al-Qur’an dan Hadist.
“Di mana konsep Qur’an mengajarkan kita bahwasanya dengan pendidikan itu akan terangkat derajat para hamba Allah secara pendidikan yang bermutu dan secara strata juga akan terangkat,” ucapnya.
“Dan, dia yang senantiasa menjadikan hidupnya terus belajar, terus menuntut ilmu, insyaAllah dua derajat akan naik baik secara ekonomi dan srata sosial,” tambahnya.
Ia berharap seluruh masyarakat Aceh baik yang di perkotaan maupun di daerah pelosok dapat tersentuh pendidikan yang sama dan ideal. “Kita yakin dengan meningkatannya derajat pendidikan Aceh akan menyelesaikan banyak masalah termasuk masalah ekonomi,” ucapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Cawagub Aceh nomor urut 2, Fadhlullah menyebut mahasiswa Aceh saat ini masih sangat terbatas mendapatkan informasi perihal beasiswa luar negeri. Padahal, kata dia, setiap tahun cukup banyak negara-negara yang memberikan beasiswa. Namun sangat jarang menyentuh mahasiswa asal Aceh.
“Misalnya negara Armenia, Armenia itu setiap tahun mereka memberikan beasiswa untuk negara luar. Baik Indonesia atau negara manapun. Berapa orang warga negara Indonesia? Hanya 109 dan hanya satu mahasiswa Aceh yang kami temui,” ujarnya. Untuk itu, kata Dek Fadh, perlu turun tangan pemerintah supaya informasi-informasi tentang beasiswa yang ada di luar negeri tersampaikan kepada mahasiswa di Aceh. “Inilah perlu andil pemerintah untuk memberikan informasi beasiswa ke semua kampus,” katanya.(r)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.