Selasa, 14 April 2026

Jelang Pilkada Aceh

Ayah Wa-Panyang Sampaikan Visi Misi di Debat Perdana

Acara debat publik perdana tersebut dihadiri unsur forkopimda Aceh Utara dan puluhan Ketua Partai Lokal dan Nasional Aceh Utara. 

Editor: mufti
KIP Aceh Utara
Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Aceh Utara, H Ismail A Jalil (Ayah Wa) dan Tarmizi (Tarmizi Panyang) 

SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON - Pasangan calon bupati dan Wakil Bupati Aceh Utara, Ismail A Jalil SE MM (Ayah Wa) dan Tarmizi SIKom (Tarmizi Panyang) tampil pada debat publik perdana yang diadakan Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh Utara, Selasa (5/11/2024) malam. Debat tersebut berlangsung di Aula Setdakab Aceh Utara, Landing, Kecamatan Lhoksukon. 

Debat perdana dengan tema “Mewujudkan Aceh Utara yang Maju dan Sejahtera Melalui Pembangunan Ekonomi dan Sosial yang Inklusif”, dipandu oleh Dosi Alfian. Dalam waktu enam menit yang diberikan pemandu debat, Ayah Wa didampingi Calon Wakil Bupati Tarmizi Panyang menyampaikan visi dan misi. “Aceh Utara bangkit, sejahtera, bermartabat dan berkelanjutan. 

Dalam mewujudkan Aceh Utara bangkit, kami menggagas konsep, Meuligoe Panglima,” ujar Ayah Wa. 

Meuligo adalah tempat para sultan, istana para raja-raja dan di Aceh Utara. Salah satunya Sultan Maikussaleh. “Meuligo bukan hanya sebagai tempat kekuasaan saja, tapi juga tempat untuk melahirkan kebijakan politik, ekonomi, sosial, budaya, agama juga tempat lahirnya kebijakan prang,” ujar Ismail A Jalil. 

Sedangkan Panglima berasal dari bahasa sansekerta, yang artinya adalah pemimpin perang. “Masyarakat Aceh dikenal dengan Panglima Perang,” ujar Ayah Wa. Dikatakan, panglima tersebut memiliki lima kesetiaan yang terikat pada diri panglima. Yaitu, panglima setia kepada pemimpin, setia kepada ulama, setia kepada tanah air, setia kepada bangsa dan setia kepada rakyat. “Ini lima pilar yang akan kita laksanakan ke depan untuk Aceh Utara bangkit,” ujar Ayah Wa. Kemudian, Ayah Wa Panyang mengadopsi lima kesetiaan tersebut menjadi lima pilar untuk Aceh Utara bangkit.  

Pilar pertama kebangkitan sektor ekonomi di Aceh Utara dengan bahasa kearifan lokal beudoh beusare. Bangkit pendidikan kebudayaan dan kesehatan dengan bahasa kearifan mereunou beusehat dan meuseni. 

Kemudian, kebangkitan sektor UMKM dengan bahasa kearifan lokal, makmur beurata. Kemudian bangkit dari infrastruktur dan tata kelola pemerintahan dengan bahasa kearifan lokal disebut tapeugot dan tapeubut dan kemudian di tengah-tengahnya ada meu agama. “Tamulai dengan agama, ta akhiri juga dengan agama, ini konsep dasar untuk Aceh Utara bangkit,” pungkas Ayah Wa. 

Sementara itu, Ketua KIP Aceh Utara Hidayatul Akbar SH saat menyampaikan sambutan menyebutkan, debat merupakan salah satu faktor yang paling krusial dalam proses demokrasi lokal dan momen sangat penting bagi pasangan calon untuk memperluas visi, misi, dan gagasan serta solusi terhadap perbaikan permasalahan daerah. Debat bagi pasangan calon untuk memberikan solusi konkret bagi masyarakat.

“Bukan kelebihan tentang dalam menyampaikan kata-kata. Namun, bagaimana menguraikan program rakyat untuk meyakinkan pemilih dalam 852 desa di Aceh Utara. Dalam proses pilkada, pemilih bukan hanya membutuhkan informasi tentang pasangan melalui spanduk, baliho, tapi juga bagaimana pasangan calon dapat merespons isu-isu krusial dan strategis yang relevan sesuai dengan kebutuhan permasalahan,” katanya. 

Debat tersebut berlangsung sejak pukul 20.30 sampai dengan pukul 22.00 WIB yang terbagi dalam lima segmen. Debat tersebut mendapat pengawalan dari seratusan personel Polres Aceh Utara. Acara debat publik perdana tersebut dihadiri unsur forkopimda Aceh Utara dan puluhan Ketua Partai Lokal dan Nasional Aceh Utara. 

Selain itu juga dihadiri puluhan pendukung pasangan calon dan masyarakat. Bagi masyarakat juga disediakan tempat untuk menyaksikan kegiatan tersebut di lantai satu. Acara itu juga live streaming di Youtube Serambinews.com dan Puja TV serta YouTube KIP Aceh Utara.(jaf)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved