Opini
Algoritma dan Keshalihan di Dunia Maya
Revolusi industri pertama ditandai dengan ditemukannya mesin uap pada 1780, menandai dunia memasuki era mekanisasi.
Oleh karena itu, tidak terbantahkan bahwa cara seseorang berinteraksi di dunia maya mencerminkan kepribadian seseorang di dunia nyata. Preferensi seseorang terhadap sesuatu di kehidupan nyata, dapat diukur dari kecenderungan orang tersebut di dunia maya. Namun demikian, sebagai muslim yang baik, dituntut untuk selalu bersangka baik dengan aktfitas orang lain di media sosial. Agama Islam menuntut untuk menjauhi prasangka, karena sebagian prasangka adalah dosa, apalagi mencari-cari kesalahan orang lain (QS: al-Hujurat).
Di era perkembangan teknologi saat ini, jejak digital merupakan ‘’dosa’’ atau ‘’amal jariah’’ seseorang yang dapat diakses kapan saja oleh orang-orang yang memiliki kepentingan. Oleh karena itu, seorang muslim dianjurkan untuk sering-sering mengingat sabda Nabi Muhammad SAW, barang siapa yang menutup aib saudaranya di dunia maka Allah akan menutup aibnya di hari akhirat (HR: Bukhari). Hal tersebut diutamakan pada perkara yang menyangkut dengan hal-hal pribadi dan dosa antara hamba dengan tuhannya. Namun jika perbuatan-perbuatan yang menyangkut kemaslahatan umum dan mengancam orang lain, maka wajib untuk disampaikan ke publik agar tidak menimbulkan korban atau kerusakan lainnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Mujtahid-Lc-MA-OKE.jpg)