KUPI BEUNGOH
Sarjani Abdullah Sosok yang Sangat Tepat untuk Memimpin Pidie Kembali
Tapuga yang terdiri dari dua suku kata, yaitu “ta” dan “puga” dalam tutur Bahasa Aceh mengandung pemaknaan yang dinamis.
Program One Day One Ayat (Satu Hari Satu Ayat) ini sebagai upaya Sarjani dalam mempersiapkan generasi Kabupaten Pidie yang unggul dan berakhlakul karimah.
Program tersebut sukses diterapkan di sekolah-sekolah di Kabupaten Pidie untuk tingkat SD dan SMP/sederajat. Namun, sayangnya program tersebut tidak dilanjutkan lagi setelah kepemimpinannya berakhir.
Menteri Kesehatan Republik Indonesia juga pernah memberikan penghargaan kepada Pemertintah Kabupaten Pidie di bawah kepemimpinan H. Sarjani Abdullah dan M. Iriawan SE sebagai daerah bebas malaria.
Angka penderita malaria di Pidie saat itu menurun secara drastis. Sebagaimana dapat dilihat pada 2012 terdapat 82 kasus, sedangkan pada 2013 turun menjadi 52 kasus dan 2014 25 kasus serta 2015 turun menjadi 5 kasus.
Pada 2016 hanya ada 2 kasus seperti yang dilansir di mediaaceh.co pada 25 Juni 2017 berjudul Kerja Nyata Sarjani Abdullah-M Iriawan SE untuk Pidie.
Pada media yang sama Pemerintah Kabupaten Pidie, diwartakan, meraih predikat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas laporan keuangannya tahun 2015 dari Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) RI Perwakilan Aceh dan terus berlanjut setiap tahunnya sampai akhir jabatannya.
Selain itu, Abu Sarjani juga berhasil meningkatkan status Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sigli dari tipe C menjadi B. Menekan angka kemiskinan dimana pada 2012 angka kemiskinan mencapai 22,28 persen dan pada tahun 2014 turun menjadi 20,29 persen.
Program lain yang juga digagas oleh Abu Sarjani, program yang sangat monumental adalah Pelopor pembangunan Masjid Al-Falah Sigli pada tahun 2015.
Ada banyak rintangan dan hambatan pada proses pendirian Mesjid tersebut tapi Abu sarjani tetap punya pendirian Teguh, dan Masjid tersebut hingga kini masih belum selesai, untuk itu Abu Sarjani jika terpilih sebagai bupati Pidie akan berkomitmen untuk melanjutkan pembangunan tersebut menjadi program prioritasnya.
Ini juga menjadi bagian cita-cita dari masyarakat Pidie yang terkenal religius untuk memiliki masjid kabupaten yang nyaman untuk beribadah dan juga menjadi Lanmark Pidie.
Ia juga pernah berupaya penegerian Universitas Jabal Ghafur (Unigha). Universitas yang merupakan mikrokosmos demokrasi dimana ide-ide besar dibicarakan, peradaban dimulai Maka, kehadiran Universitas berperan sangat penting.
Selain memberikan pengetahuan dan keterampilan, pendidikan juga akan membantu dalam pembangunan karakter, peningkatan kesempatan kerja, pemberdayaan individu serta menciptakan masyarakat yang lebih maju dan harmonis.
Para alumni universitas yang lulus dari berbagai prodi/jurusan akan menjadi problem solver (pemecah masalah) sesuai dengan keahlian yang dimilikinya namun upaya Pennegerian Unigha gagal karena terbentuk mnrut dengan aturan yayasan.
Ia juga berhasil mendirikan pendidikan berasrama Madrasah Ummul Quran ( MUQ) di Tijue.
Membangun embung-embung sebagai tempat penampungan air untuk para petani, banyak mencetak sawah baru. Lalu membangun saluran irigasi dan jaringan saluran air ke sawah - sawah, membangun jembatan, membangun jalan usaha tani dan mengaspal jalan serta pembangunan lainnya di segala sektor. (Serambinews.com. Senin, 21 Oktober 2024).
Kemudahan Tanpa Tantangan, Jalan Sunyi Menuju Kemunduran Bangsa |
![]() |
---|
Memaknai Kurikulum Cinta dalam Proses Pembelajaran di MTs Harapan Bangsa Aceh Barat |
![]() |
---|
Haul Ke-1 Tu Sop Jeunieb - Warisan Keberanian, Keterbukaan, dan Cinta tak Henti pada Aceh |
![]() |
---|
Bank Syariah Lebih Mahal: Salah Akad atau Salah Praktik? |
![]() |
---|
Ketika Guru Besar Kedokteran Bersatu untuk Indonesia Sehat |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.