Konflik Palestina vs Israel

Netanyahu:Israel Akan Melanjutkan 'Misi Suci' Dengan Hamas Setelah Gencatan Senjata dengan Hizbullah

Netanyahu menyebutkan tiga alasan mengapa Israel bersedia mengakhiri perang dengan Hizbullah sekarang.

Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Ansari Hasyim
ABIR SULTAN / POOL / AFP
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu: Israel Akan Melanjutkan 'Misi Suci' Dengan Hamas Setelah Gencatan Senjata dengan Hizbullah 

Yang kedua, katanya, adalah memberi tentara Israel waktu istirahat dan mengisi kembali persediaan.

“Dan saya katakan secara terbuka, bukan rahasia lagi bahwa ada penundaan besar dalam pengiriman senjata dan amunisi,” ujar Netanyahu.

Alasan ketiga, Netanyahu menyimpulkan, adalah agar Israel memisahkan garis depan perangnya dan mengisolasi Hamas di Gaza.

"Sejak hari kedua perang, Hamas mengandalkan Hizbullah untuk bertempur di pihaknya. Dengan tersingkirnya Hizbullah, Hamas harus berjuang sendiri,”

“Kami akan meningkatkan tekanan pada Hamas dan itu akan membantu kami dalam misi suci kami membebaskan sandera," katanya.

Kesepakatan ini mengikuti proposal gencatan senjata AS yang sebagian besar dibangun berdasarkan resolusi Dewan Keamanan PBB 1701, yang mengakhiri perang terakhir antara Israel dan Hizbullah pada tahun 2006.

Perdana Menteri (PM) Lebanon Najib Mikati pun menyambut baik kesepakatan yang usulannya telah disetujui oleh Hizbullah minggu lalu tersebut.

Menurut sumber politik senior Lebanon yang memiliki informasi langsung mengenai masalah ini, kesepakatan gencatan senjata yang dinegosiasikan oleh mediator AS, Amos Hochstein, itu terdiri dari lima halaman dan mencakup 13 bagian.

Berikut ini adalah poin-poin utama dari kesepakatan gencatan senjata Israel-Hizbullah Lebanon:

1. Penghentian pertempuran

Biden mengumumkan, penghentian pertempuran akan dimulai pada Rabu pukul 04.00 pagi waktu setempat (02.00 GMT atau 09.00 WIB). 

Dengan ini, kedua belah pihak diharapkan dapat menghentikan tembakan sejak Rabu pagi ini.

Sumber politik senior Lebanon tersebut mengatakan, Israel diharapkan untuk berhenti melakukan operasi militer apa pun terhadap wilayah Lebanon, termasuk terhadap target sipil dan militer, serta lembaga-lembaga negara Lebanon, baik melalui darat, laut, maupun udara.

"Semua kelompok bersenjata di Lebanon, termasuk Hizbullah dan sekutunya, akan menghentikan operasi melawan Israel," kata sumber tersebut.

2. Pasukan Israel mudur

Dua pejabat Israel mengatakan, Militer Israel akan menarik diri dari Lebanon selatan dalam waktu 60 hari.

Biden mengatakan, pasukan Israel akan ditarik secara bertahap dan warga sipil dari kedua belah pihak akan dapat kembali ke rumah.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved