Senin, 13 April 2026

KUPI BEUNGOH

"Terima Kasih Sudah Memilih, Masyarakat Pidie Semakin Cerdas dan Memahami Politik"

Pemilihan Pilkada kali ini membuktikan masyarakat sadar bahwa memilih pemimpin itu penting. 

Editor: Nur Nihayati
IST
Mahfuddin Ismail (tengah), Abu Sarjani (kiri) dan Alzaizi (kanan) 

Oleh: Mahfuddin Ismail, MAP )*

PEMILIHAN Kepala Daerah serentak sudah berlalu Rabu 27 November 2024. Pemilihan kepala daerah khususnya di Kabupaten Pidie sangatlah menarik, karena kami melihat masyarakat Pidie semakin cerdas. 

Hal ini dapat dilihat dari hasil pemilihan itu sendiri. Kemenangan Paslon Bupati dan Wakil Bupati Pidie H.Sarjani Abdullah, SH dan Alzaizi telah membuktikan bahwa masyarakat Pidie semakin cerdas dalam memahami politik. 

Membuktikan bahwa tokoh dan masyarakat Pidie sudah sangat paham dalam memilih pemimpinnya, masyarakat tidak mau terjebak dengan politik pragmatisme, pengalaman yang sudah lalu membuat masyarakat Pidie semakin mengerti tata cara memilih pemimpin untuk masa depan.

Pemilihan Pilkada kali ini membuktikan masyarakat sadar bahwa memilih pemimpin itu penting. 

Hal yang dapat kami lihat dari pemahaman semakin baik oleh masyarakat dalam memilih pemimpin dalam hal ini kenapa kemudian masyarakat Memilih Abu Sarjani - Alzaizi menjadi Bupati dan Wakil bupati Pidie masa depan? adalah:

1. Mereka (masyarakat ) memilih pemimpin yang sudah berpengalaman, Abu Sarjani sudah memimpin Pidie di periode 2012-2017. 
Semasa beliau memimpin Kabupaten Pidie banyak sekali perubahan-perubahan, banyak program-program semasa beliau masih menjadi ingatan dalam memory masyarakat Pidie, seperti Masjid Al Falah Sigli, pembangunan Pantai Pelangi, PSN Waduk Rukoh Keumala, pendirian PT. Semen Indonesia Aceh ( PT.SIA ) Laweung, Pembangunan jaringan Irigasi seluruh Pidie dan masih banyak program lainnya.

Aartinya beliau sangat mumpuni dalam memimpin pemerintahan dan melobi program dan anggaran kepemerintah pusat, di sistem birokrasi beliau tidak sembarangan gonta ganti pejabat, beliau benar-benar memahami tatakelola pemerintahan yang baik, maka berdasarkan pengalaman sebelumnya menjadi sangat penting agar pemerintahan pidie kedepan berjalan dengan sebaik - baiknya sesuai harapan masyarakat Pidie.
 
2. Mereka (masyarakat ) memilih pemimpin yang menjadi pengendali politik di kabupaten Pidie, masyarakat paham hanya Abu Sarjani hanya satu orang yang merupakan ketua partai politik di Pidie yang meraih suara terbanyak pada Pileg sebelumnya di Pidie yang mencalonkan menjadi Bupati, tentu Abu Sarjani lah pemimpin yang paling kuat di Pidie.

Abu Sarjani memiliki “mobil Politik sendiri” yang kemudian ketika menjadi Bupati maka beliau lah yang mengendali sistem politik itu sendiri, sedangkan 3 Paslon lain adalah tokoh Masyarakat biasa bukan ketua partai politik, artinya bila terpilih maka mereka tentu “digerakan” oleh ketua partai pengusungnya masing-masing. 

3. Mereka (masyarakat ) memilih bupati yang bisa bersinergitas dengan Parlemen, Abu Sarjani saat ini juga adalah sebagai pengendali politik di parlemen Pidie, 11 anggota dewan Pidie saat ini adalah Kader Partainya atau bahasa lain “Anak Buahnya”, selebihnya adalah kader  Partai Pengusung Abu Sarjani juga yaitu partai gerindra dan Golkar, tentu sangat mudah bagi Abu Sarjani dalam bersinergi dengan parlemen Pidie untuk memudahkan / menjalankan semua Visi Misi dan program prioritas yang akan di jalankan di lima tahun ke depan, ini penting agar pemerintahan dapat berjalan mulus.

4. Mereka (masyarakat ) memilih seorang pemimpin yang mempunyai basis massa yang sangat banyak.
Hanya Abu Sarjani lah satu calon Bupati yang mempunyai massa yang sangat banyak, selain mantan panglima Prang dalam masa konflik yang kemudian beliau menjadi Ketua KPA.

Semua anggota GAM bernaung di bawah bendara KPA, semua massa yang bernaung di bawah KPA dan juga PA adalah kadernya beliau, artinya beliau benar - benar tokoh yang mempunyai massa banyak atau bahasa lain “banyak Follower”, penting bagi seorang bupati yang mempunyai banyak kader (pengikut ) yang mencintainya agar kemudian semua programnya juga akan di jaga oleh massa yang mencintainya.

5. Mereka (masyarakat ) memilih pemimpin yang berani dan mempunyai konektivitas tinggi, Abu Sarjani adalah salah satu tokoh berpengaruh dan tokoh paling disegani di Pidie bahkan di Aceh saat ini, tentu beliau mempunyai konektivitas tinggi dengan semua stake holder, penting bagi seorang pemimpin (bupati ) yang berani bersikap terhadap suatu kebijakan.

Hal ini dapat di lihat tingkat keberanian bersikap beliau dalam “membebaskan” tanah PJKA dalam proses pendirian mesjid al Falah Sigli, banyak pro-kontra dalam proses pendirian masjid Al Falah baru, kemudian beliau mampu menyelesaikan persoalan tersebut dengan baik. 

Tentu hal ini tidaklah mudah, perlu keberanian seorang pemimpin dan mempunyai konnecting dengan pemerintahan atasan baik ke Pemerintah Aceh, ke Pemerintah Pusat maupun pihak lainnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved