Rabu, 6 Mei 2026

Konflik Suriah

Federasi Sepakbola Suriah Ganti Warna Seragam dan Logo Setelah Assad Digulingkan Pemberontak

"Perubahan bersejarah pertama yang terjadi dalam sejarah olahraga Suriah, jauh dari nepotisme, favoritisme, dan korupsi," pernyataan SFA.

Tayang:
Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Muhammad Hadi
Federasi Sepakbola Suriah (SFA)
Federasi Sepakbola Suriah Ganti Warna Seragam dan Logo Setelah Assad Digulingkan Pemberontak 

"Kemenangan ini, saudara-saudaraku, bersejarah bagi kawasan ini," kata Abu Mohammed Al Jolani, pemimpin kelompok HTS, dalam pidato di Damaskus, dikutip dari kantor berita AFP.

Warga bersorak di jalanan saat faksi pemberontak mengumumkan kaburnya Assad.

"Kami nyatakan kota Damaskus bebas," ucap mereka.

Suara tembakan perayaan pun terdengar bersamaan dengan teriakan, "Suriah milik kita dan bukan milik keluarga Assad".

Koresponden AFP melihat puluhan pria, wanita, dan anak-anak berkeliaran di rumah Assad yang modern dan luas.

Kamar-kamarnya sudah kosong.

"Saya tidak percaya mengalami momen ini," kata warga Damaskus, Amer Batha, sambil menangis ketika dihubungi AFP melalui telepon.

 "Kami sudah lama menunggu hari ini."

 Faksi pemberontak mengumumkan di Telegram, berakhirnya 50 tahun penindasan di bawah pemerintahan Partai Baath, dan 13 tahun kejahatan, tirani, serta pengungsian.

"(Ini) awal era baru bagi Suriah," lanjutnya.

Di seluruh negeri, orang-orang merobohkan patung Hafez Al Assad, ayah Bashar dan pendiri sistem pemerintahan represif yang diwarisinya.

Selama 50 tahun terakhir di Suriah, kecurigaan sekecil apa pun terhadap kebijakan pemerintah dapat membuat seseorang dipenjara atau terbunuh.

Selama penyerangan, para pemberontak membebaskan tahanan, termasuk di penjara Sednaya yang terkenal paling kejam di era Assad.

Penyelidik kejahatan perang PBB mendesak orang-orang yang mengambil alih kekuasaan di Suriah memastikan kekejaman rezim Assad tidak terulang.

Amnesty International menyebutnya kesempatan bersejarah bagi mereka yang bertanggung jawab atas pelanggaran di Suriah untuk diadili.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved